Ekonomi

Pemasangan Marka Jalan, PT. Sari Wagom Indah Dinilai Langgar Aturan

Contoh pemasangan Marka Jalan

FAKFAK – PT. Sari Wagom Indah (SWI) Cabang Fakfak dinilai telah menyalahi aturan dan melakukan tindakan pelanggaran hukum terkait prosedur pemasangan marka jalan sepanjang Fakfak-Kokas dan Fakfak Bomberay, kewenangan pemasangan marka jalan baik ruas jalan nasional maupun local hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Perhubungan berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, kenyataan berbalik, perusahaan terbesar di fakfak ini secara gentle memasang marka jalan tanpa ada koordinasi

Kepala Dinas Perhubungan melalui Bidang Auditor Keselamatan Jalan, Josep Kabes (23/4) menegaskan PT Sari Wagom Indah (SWI) telah melakukan pelanggaran hukum karena sengaja memasang Marka Jalan yang salah, dan tidak sesuai prosedur bahkan bukan kewenanganya, alhasil terjadi kecelakaan oleh pengguna jalan, “Pemasangan marka jalan adalah hak konstitusional Kementerian Perhubungan” Ujar Josep Kabes (Sapaan JK)

Ditegaskan pihak perusahaan PT.SWI dianggap melanggar Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan, Pasal 7 (1) Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, badan hukum, dan/atau masyarakat. (2) Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi instansi masing-masing, Terangnya

Kesalahan ini diakui JK sangat berdampak buruk terhadap pengguna jalan, termasuk kecelakaan maut di distrik Bomberay yang merenggut nyawa masyarakat, pihaknya (Dishub-red) kabupaten fakfak akan segera memanggil pihak perusahaan untuk memberikan peringatan dan meminta agar marka jalan yang telah dipasang harus dibongkar, “ kami akan segera panggil Bos PT.Sari Wagom Indah untuk memberikan klarifikasi”, Ujarnya

Bandel, Bos PT. Sari Wagom Indah (SWI) Wellem F. Go yang dikonfirmasi (24/4) awak media menjelaskan, pihaknya bekerja dan memasang marka jalan atas perintah Satker Bina Marga Fakfak, Wellem mengklaim dirinya tidak berurusan dengan dinas perhubungan karena semua pekerjaan diperintahkan oleh Satker Bina Marga Fakfak, “Kami kerja atas perintah Satker dan tidak ada urusan dengan Dinas perhubungan kabupaten Fakfak”, Gentle Wellem

Putra Frans Budiman Go (Wellem-red) tidak mengakui kesalahan terhadap pemasangan marka jalan, menurutnya kesalahan yang dituduhkan kepadanya adalah langkah tidak tepat dan bisa dikoordinasikan dengan Satker/Bina Marga Fakfak, “Kami tidak bersalah, karena yang perintah kerja dan pasang marka jalan seperti itu Satker Fakfak”, Lempar dia (ret)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close