Hukum & Kriminal

Skandal Dugaan Korupsi DPRD Fakfak Digeser Ke Penyelidikan

Ilustrasi Gambar

FAKFAK – Skandal dugaan korupsi anggota DPRD Fakfak yang menyita waktu kejaksaan negeri fakfak untuk lakukan penyelidikan kini dinaikkan status alias digeser ke penyidik untuk dilakukan proses pendalaman lebih komprehensif, Kejari melalui Kepala Seksi Intelijen Mathys A. Rahandra, SH, MH, sebut Sekertariat DPRD Fakfak dan mantan serta anggota DPRD Fakfak disinyalir kuat akan tersangdung dugaan korupsi dana operasional dan pinjaman mantan dan anggota DPRD Fakfak peiode 2004 – 2009 dan 2009 2014.

Rahandra di ruang kerjanya, Senin (30/4), mengatakan, setelah pihak Kejaksaan Negeri Fakfak memanggil dan memeriksa 4 (empat) pejabat di lingkup Sekretariat DPRD Fakfak salah satu pejabat adalah mantan Sekwan YL, maka kini indikasi korupsi di DPRD Fakfak atas temuan BPK tahun anggaran 2004 hingga 2014 dengan kerugian negara sebesar Rp 3,484 miliar, telah ditingkatkan ke proses penyidikan,

Bergesernya tahapan penyelidikan ke penyidikan maka ada indikasi kuat ada skandal dugaan korupsi semakin kuat, “Indikasi korupsi di DPRD Fakfak atas penggunaan dana operasional termasuk adanya pinjaman mantan dewan dan anggota dewan yang telah merugikan negara sebesar Rp 3,484 miliar telah di tingkatkan ke proses penyidikan,”terang Kasi Intelijen Kejari Fakfak.

Menurutnya, status penyelidikan ke tahapan penyidikan karena penyidik Kejaksaan Negeri dalam memeriksa 4 pejabat tersebut telah menemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum dan adanya kerugian negara.

Ditingkatkannya status menjadi penyidikan, maka kini pejabat sekertariat dewan yang terkait dengan persoalan ini, termasuk anggota DPRD di periode tersebut, yang hingga kini belum mengembalikan pinjaman uang negara akan menghadapi pemeriksaan lanjutan pada proses penyidikan di Pidsus Kejaksaan Negeri Fakfak dalam waktu dekat.

Terpisah, Kepala Kejaksaan enegeri Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. MH. menambahkan, “Apa yang sudah ditetapkan dalam DPA tidak boleh dipergunakan untuk hal lain. Untuk itu, kami akan panggil mantan anggota DPRD periode 2004 – 2009 dan periode 2009 – 2014,”, Kejari pun minta keseriusan pihak-pihak yang terlibat untuk bisa kooparatif dalam proses penyidikan “Ada yang hutang 1,020 milyar masih dibayar 40 juta. Ini bukan serius”, Heran Rielke

Bisa dibayangkan Sekretariat DPRD Fakfak Khususnya bagian Bendahara ibarat “Koperasi Simpan Pinjam”, Kini, diperkirakan tiga bendahara lebih pusing dengan masalah ini. Ancaman tipikor tentu tak main-main, Serius Kejaksaan (ret)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close