Hukum & Kriminal

Mantan Sekwan dan Bendahara Diperiksa Kejaksaan

Kejaksaan Agung – RI

FAKFAK – Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak melalui kepala seksi tindak pidana korupsi Ahmad bagir, SH ketika dihubungi media ini via selulernya selasa (15/5) mengatakan pihaknya telah menindak lanjuti surat perintah penyelidikan yang ditanda tangani oleh Kajari Fakfak jumat (11/5) lalu, dikatakan pemanggilan pertama oleh Mantan Sekwan DPRD Fakfak inisial YL dan bendahara (Aktif) inisial JNG

Keduanya dipanggil untuk mendengarkan keterangan dan klarifikasi terkait dengan proses peminjaman dana Miliyaran rupiah yang diberikan kepada beberapa oknum anggota DPRD fakfak, perintah kepala kejaksaan negeri fakfak Rilke Jefry Huwae, SH, MH ini telah ditindak lanjuti oleh Kepala Tindak Pidana Khusus, “Iya, sudah ada pemanggilan senin kemarin, tapi masih penyilidikan”, Tandas Kasi Pidsus

bentuk dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah anggota DPRD fakfak tersebut berupa, peminjaman uang kas DPRD Fakfak, dan penggunaan sisa dana operasional, yang seharusnya sisa dana tersebut dikembalikan ke kas negara, bukan sebagai modal pinjaman, Kajari sebut sekretariat DPRD serupa “Kantor Koperasi Simpan Pinjam”, pinjaman oknum anggota dewan yang hingga kini kasus masih berputar di kejaksaan lebih Rp. 3 Miliyard, Kejari janji akan tuntaskan kasus ini demi hukum,

Kajari harap penggunaan uang negara tidak seperti pinjaman di Bank komersial, “Sisa kas itu uang negara, DPRD itu bukan bank lalu pergi pinjam-pinjam uang”, Tandas Rilke Jefry Huwae, kasus ini melibatkan anggota dewan masa bhakti tahun 2004-2009 dan 2009-2014, sehingga layak untuk segera dituntaskan.(ret)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close