Ekonomi

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Kadis Perindag : Harga rata-rata Turun 15%

Kepala Dinas Perindag Kab. Fakfak Drs Husein Bay saat meninjau secara dekat proses transaksi pasar murah ft rustam

Fakfak – Saat ibadah bulan ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri, harga barang berupa sembako kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mulai merangkak naik. misalnya komoditas daging ayam dan telur. Daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000/kilogram. Sedangkan telur naik rata-rata Rp 2.000/kilogram, atau daging Ayam asalnya Rp 33.000/kg menjadi Rp 35.000/kg. Untuk daging ayam TG semula Rp 37.000 sekarang dijual kisaran Rp 40.000/kilogram,

Untuk telur ayam, harga di kisaran Rp 25.000-30.000/kg. kebutuhan telur ayam bakal melonjak seiring banyaknya penggunaan telur untuk memenuhi tradisi kue kering di masyarakat, Selain harga daging ayam dan telur, harga berbagai jenis cabai juga ikut merangkak naik saat ini, harga berbagai jenis cabai berkisar antara Rp 12.000-35.000/Kg.

Mengantisipasi kondisi ini, Pemerintah daerah melalui Dinas Perindag Kabupaten Fakfak menjelang perayaan ibadah hari raya idul fitri 1 Syawal 1439 H/2018 M merencanakan menyiapkan daging ayam dan telur ayam yang stoknya sangat banyak yaitu antara 5 ton daging ayam dan 215 rak telur ayam untuk dipasarkan bersamaan dengan titik – titik yang disiapkan untuk kegiatan pasar murah,

Husein bay menegaskan, dirirnya selaku pemerintah daerah tidak mengingkan adanya permainan harga saat masyarakat lakukan transaksi, “Jangan karena melihat permintaan tinggi lalu kase naik harga semaunya, kalau ketahuan saya keluarkan”, Tegasnya

Dia mengatakan, sembako dan bentuk kebutuhan pokok masyarakat lainya yang tersedia akan ditekan hingga rata-rata turun menjadi 15% dari harga biasanya, “kami akan turunkan harga 15%, bagi suplier yang tidak bersedia akan kami keluarkan, dan kalau ada yang sengaja nakal maka ijinya kami akan cabut”, Tegas Husein Bay

Daging dan telur ayam tersebut kata dia akan dioperasikan bersamaan dengan penjualan bahan bakar minya (BBM), “kami rencanakan menyediakan stok yang lebih banyak, dan ini semua menjadi tanggung jawab pemerintah dalam rangka mencari solusi adanya keterbatasan masyarakat serta kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan masyarakat”, Ujar lelaki asal kampung Werpigan ini

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close