Saturday , 1 February 2020
Home / Pojok Fakfak / Dua Hari Pasca Lebaran, Pasar Thumburuni Terlihat Lengah

Dua Hari Pasca Lebaran, Pasar Thumburuni Terlihat Lengah

Suasana aktifitas di pasar plaza thumburuni masih terlihat lengah, ft rustam

FAKFAK – Setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M jumat (15/6) kemarin sejumlah obyek penjualan terlihat masih sepih, namun penggunaan jalan cukup ramai karena disibukkan dengan silaturahmi diberbagai anggota keluarga

Pantauan media ini minggu (17/6) kemarin di pasar plaza thumburuni suasana pasar berlantai 4 itu masih nampak lengah dengan aktifitas masyarakat, ada beberapa kenderaan roda dua dan roda empat yang hanya beroperasi turun/naikkan penumpang

Sejumlah meja kayu yang biasanya jualan kue diujung pos penarikan retribusi pasar mulai berjualan, walaupun tidak semua, beberapa kenderaan roda dua di pangkalan ikut antrian menunggu tawaran langganan, sementara jualan di emepran jalan masuk di ruko mulai terlihat

Untuk aktifitas didalam pasar plaza thumburuni masih lengah dan belum ada aktifitas penjualan yang signifikan karena rata-rata yang menjual mayoritas umat muslim

Untuk toko yang ada di lantai 2 dan 3 pasar plaza thumburuni saat pantauan media ini sangat sepih, sejumlah lapak dan kios yang ada di sepanjang ruko jalan baru ikut lengah akibat masih banyak warga yang merayakan hari raya idul fitri,

Selain di pasar plaza thumburuni, pasar dulan pok pok ikut mengalami hal yang sama, setelah sholat idul fitri yang dipusatkan di areal terminal pasar tersebut hingga saat ini Nampak tidak ada aktifitas warga yang sginifikan

Banyak warga memilih menjalin silaturahim sejak idul fitri hingg 3 hari kedepan dengan tujuan menyambung kembali tali silaturahim antar keluarga mereka,

Namun moment lebaran ini banyak tukang ojek dan sopir taksi memanfaatkan untuk mengais rejeki, walaupun disaat lebaran kemarin hingga kini harga ojek disulap dari biasanya Rp. 10.000 dari wagom ke puncak dan kota menjadi Rp. 15 – 20.000 per/orang

Sedangkan untuk kenderaan roda 4 tidak melayani selayaknya rute yang ditentukan melainkan harus carter dan terpaksa banyak warga memilih carteran karean butuh cepat dan tepat, biasanya dari wagom ke puncak dan kota Rp. 50.000 saat ini naik menjadi Rp. 70.000,

Hampir dipastikan aktifitas masyarakat mulai normal senin (18/6) besok bertepatan dengan hari masuk kerja pasca liburan idul fitri, (ret)

Check Also

Bupati Uswanas Panen Ikan Bandeng di Distrik Kokas

KOKAS, kabarfakfak.com – Bupati Fakfak Dr. Mohammad Uswanas, M.Si melakukan panen ikan Bandeng di Kampung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *