Pojok Fakfak

Seonggok Rupiah Ditengah Bencana Banjir Thumburuni

Banyak Orang Mendengar Musibah Banjir Hampir Histeris, berbeda, Nicodemus Somnaikubun, Salah Satu Orang Tua Asal Maluku pendapatanya lebih cukup disaat bencana banjir surut

Laporan : RUSTAM RETTOB/Wartawan Kabarfakfak.com

Didalam banjir ada rupiah

Banjir merupakan suatu musibah yang dialami warga saat hujan deras mengguyur suatu daerah tertentu, bagi masyarakat banyak, termasuk warga kota bahwa banjir adalah suatu bencana yang sangat berdampak buruk terhadap masyarakat, pemerintah pun terus berupaya untuk meminimalisir setiap kejadian yang disebut dengan bencana banjir,

Kenyataan berbeda yang dialami oleh Nicodemus Somnaikubun, salah satu warga Kabupaten Fakfak, kelurahan fakfak selatan, RT-I, Kompleks Pala-Pala (Thumburuni-red), pria kelahiran maluku ini menganggap banjir merupakan suatu anugerah tuhan yang maha kuasa, betapa tidak, bagi yang lain banjir adalah ancaman bencana alam yang harus dihadapi dengan serius, namun bagi dia didalam banjir ada seonggok rupiah disana yang tidak gubris oleh banyak orang, apalagi mengetahui manfaatnya

Disaat banjir, drainase yang seharusnya menyalurkan air dengan baik sesuai jalurnya, untuk drainase lokasi terminal thumburuni saat banjir redah nampak disana sampah-sampah bertumpukan yang didalam sampah itu masih ada unsur-unsur yang bernilai seperti pasir, batu, kaleng, yang bisa dimanfaatkan oleh bapak nicodemus

Keadaan ini sudah berlangsung lama dari tahun ke tahun, sebut saja selama 7 Tahun dialami oleh bapak 3 anak ini, selain bekerja sebagai tenaga honor/kontrak di bidang tata kota Dinas PUPR Kabupaten fakfak dengan upah kerja / bulan diatas UMR, Nicodemus juga masih memperoleh pendapatan tambahan dari pasir yang merupakan unsur yang dibawah bencana banjir yang jika dirupiahkan rata-rata sebesar Rp. 3 Juta sekali banjir

Tidak berhenti disitu, Nicodemus juga memanfaatkan batu yang tertimbun disaat banjir meletus diberbagai selokan drainase, batu tersebut dirupiahkan dalam bentuk kerikil dengan pendapatan bisa mencapai Rp. 2 Juta, dari pendapatan tersebut selain upah kerja dari Dinas PUPR Kabupaten fakfak, setiap bulan menabung Rp. 2 Juta ke bank terdekat

Dia akhirnya memperjuangkan Anak yang pertama sukses menjadi salah seorang anggota TNI-AD (Raider), kini bertugas di kabupaten merauke/provinsi papua, sementara dua anak lainya sedang berada di tingkat SMA, ketiga anak tersebut hingga saat ini masih melanjutkan cita-citanya semua berkat kerja keras dari orang tuanya dari hasil bencana banjir,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close