Kesehatan

Bupati Uswanas Direncanakan Ikut Kongres Malaria Se – Dunia Di Melbourne Australia

Diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai kebijakan malaria

Bupati dan Muspida memusnahkan sejumlah barang kadaluarsa belum lama ini ft rustam

FAKFAK – Kabupaten Fakfak sebagai salah satu daerah yang masih mendapat status  daerah endemis malaria tinggi di Provinsi Papua Barat, sehingga mendapat kesempatan untuk mengikuti Konggres malaria sedunia di Melbourne Australia pada tanggal 1-5 Juli 2018 mendatang, rencana bertolak dari Indonesia (28/6) didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten fakfak

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Gondo Suprapto, mengatakan, tujuan Kongres Malaria sedunia Ke-1 Tahun 2018 adalah untuk bersama-sama mewujudkan secara luas kesehatan masyarakat  global dengan melibatkan baik langsung maupun tidak langsung dalam menanggapi masalah malaria yang dilakukan terus menerus yang merupakan momok bersama.

Dalam konggres ini akan melibatkan para pelaksana, para peneliti dari lapangan dan masyarakat, para penyandang dan ada nagenteknis, para pemimpin pemerintahan dan para pengambil keputusan, dari organisasi pemerintah dan non pemerintah, sector individu yang berhubungan langsung dengan penyakitini.

Konggres Malaria Sedunia ini akan menjadi peluang untuk pelaksanaan dan pemecahan masalah berbagai issu yang tidak mungkin dalam pertemuan ini dan meletakkan fokus yang kuat pada kolaborasi lintas sektor.

Bupati Fakfak akan diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai kebijakan malaria, endemisitas dan strategi pengendalian malaria di Kabupaten Fakfak menuju Eliminasi Malaria padaTahun 2022.

Strategi spesifik yang telah dilakukan Kabupaten Fakfak untuk menekan kasus malaria pada daerah endemis tinggi adalah dengan melakukan Akselerasi pengendalian dengan cakupan seluruh wilayah (universal coverage) seperti kampanye kelambu berinsektisida secara massal, indoor residual spraying (IRS) di kampung dengan API > 40 per 1000 penduduk dan penemuan dini serta pengobatan yang tepat dan komplit.

Guna mewujudkan eliminasi malaria secara bertahap hingga tahun 2022, dilakukan kegiatan utama seperti, Pertama, Peningkatan Kualitas dan akses terhadap penemuan dini dan pengobatan malaria, Kedua, Penjaminan kualitas diagnosis malaria melalui pemeriksaan laboratorium maupun Rapid Diagnostic Test (RDT),

Ketiga, Perlindungan terhadap kelompok rentan terutama ibu hamil dan balita di kampung endemis tinggi, Keempat, Penguatan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan survey lans kasus malaria, Kelima, Intervensi vector nyamuk Anopheles termasuk survey Vektor, dan  Keenam, Penguatan Sistem Pengelolaan Logistik Malaria.Tak kalah pentingnya adalah Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat untuk membudayakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh kampung, (ret)

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close