HeadlineMetro Fakfak

Pengibaran Bendera Asing Bertentangan dengan UUD 1945

Rustam Rettob : Bendera yang bisa berkibar itu adalah bendera club sepak bola, diantaranya Manchester Unietat, Liverpool, dan Barcelona

Salah satu bendera negara asing

FAKFAK – Pemerhati pembangunan Kabupaten Fakfak, Viktor Warobay menilai pengibar bendera negara asing atau negara lain selama berlangsungnya piala dunia 2018, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut dia, dalam UUD 1945 sudah jelas tertulis pada pasal 35 mengatakan bahwa, Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih, pasal 36A “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika”.

“Jadi kalau kita seabagai warga Negara Kesatuan Reoblik Indonesia (NKRI), sudah tentu wajib mematuhi UUD 1945 itu,”ujar Viktor, Sabtu (30/6/2018) malam.

Hal senadapun disampaikan Rustam Rettob mantan Ketua HMI Komisariat STIA Asy Syafi’iyah Fakfak, dia menilai setiap tahun memperingati Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus, jarang Bendera Merah Putih berkibar di rumah-rumah warga bahkan di atas pohon.

“Orang pasang bendera merah putih, sama dengan dorang sakit, jangankan 17 Agustus, HUT Kota Fakfak saja, ada himbauan untuk naikan bendera merah putih susah skali. Satu hal lagi saya menilai dorang jual bendera merah putih disini, tidak pernah laku seperti jual bendera negara lain, kalau musim bola begini, bendera negara lain laku terjual,”kata Rustam.

Menurut wartawan salah satu online di Fakfak ini bahwa, bendera yang bisa berkibar itu adalah bendera Club sepak bola, diantaranya Manchester Unietat, Liverpool, dan Barcelona.

“Nah, mereka punya bendera-bendera club itu boleh dinaikan, sama juga dengan bendera-bendera partai politik (parpol), bendera organisasi. Tapi kalau kita bicara lambang bendera negara lain, maka sudah bertentangan dengan UUD 1945,”jelasnya sembari meminta aparat TNI dan Polri segera menurunkan bendera negara asing tersebut. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close