HeadlinePojok Fakfak

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan & Bela Negara Warnai TMMD di Kampung Bisa.

Dandim 1706/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md memberi materi tentang wawasan kebangsaa n warnai TMMD di Kampung Bisa.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dandim 1706/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md memberikan materi sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara  kepada masyarakat mewarnai TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 tahun 2018 di kampung Bisa, Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Senin (16/7) pagi.

Dalam materinya, Dandim mengatakan, secara etimolagis, wawasan kebangsaan berasal dari kata Wawas (bahasa sansekerta) yang memiliki makna tinjauan, pandangan dan penglihatan indrawi.

 “Sedangkan kata Kebangsaan” berasal dari kata ” bangsa” yang berarti kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri,”ujar Dandim.

Dengan demikian, menurut Dandim, wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsep cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai
warga dari suatu negara akan diri dan lingkungan nya di dlm kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hakekatnya, wawasan kebangsaan adalah keutuhan secara nasional, yang juga dapat diartikan sebagai cara pandang yang utuh atau menyeluruh dalam lingkup bangsa indonesia dan demi kepentingan nasional,”kata Dandim.

 Artinya, lanjut Dandim, setiap warga negara Indonesia harus berpikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalan lingkup NKRI dan
demi kepentingan nasional, bangsa dan negara Indonesia.

“Dengan kita mengenali diri dan lingkungan maka sudah barang tentu lahir dalam diri kita akan rasa bela negara,”jelas Dandim.

Sedangkan, kata Dandim,  bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan
Pancasila dan UUD1945 dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Pancasila merupakan dasar negara indonesia dan pancasila masih prmersatu bangsa indonesia, dan gangguan dan ancaman negara kita yaitu
Narkoba, untuk itu bapak dan ibu-ibu harus menjaga dan mengingatkan anak-anak kita akan bahaya Narkoba,”pinta Dandim.

Sebagai orang yang beragama dan cinta tanah air, Dandim mengingatkan agar selalu bermusyawarah seluruh aparat kampung, untuk tujuan mufakat, tekad bersama selalu bergotong royong untuk membangun negara dan kesetiakawanan sosial bagi masyarakat Indonesia.

 “Artinya kegiatan TMMD di kampung Bisa ini merupakan bentuk kepedulian Negara melalui TNI AD dan PEMDA dalam membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi antara TNI , Pemda maupun Instansi terkait dan juga masyarakat,”tarang Dandim.

Dalam penyampaian materi wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan oleh Dandim, masyarakat kampung Bisa sangat
antusias mendengarkannya.
 
Hadir dalam sosialisasi tersebut, Pasi Terdim 1706/Fakfak Kapten Inf. Siswanto, Danramil 1706-01/Kokas Kapten Inf. Ali Anwar, Danton Satgas TMMD Yonif RK 752/VYS Letda Inf Zamri, Kepala Distrik Teluk Patipi yang diwakili, Kepala Kampung Bias, H. Kaninggay, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Masyarakat Kampung Bisa. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close