HeadlineHukum & Kriminal

Sat Reskrim Polres Fakfak Tangkap Pelaku Curanmor

Suasana penangkapan NH di sebuah rumah di workshop jalan kokas.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Satuan Reskrim Polres Fakfak Polda Papua Barat melakukan pengrebekan pelaku pencurian kenderaan bermotor (curanmor) di sebuah rumah di Workshop Jalan Kokas, Kelurahan Fakfak Utara, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 13.30 WIT.

Pengrebekan dipimpin langsung Kaur Bin OPS Sat Reskrim Polres Fakfak Ipda. Slamet Eko R, SH dan berhasil menangkap pelaku bernisial NH yang sedang tertidur. Pelaku diborgol kedua tangannya dan digiring ke mobil untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Fakfak.

Tiba di halaman Mapolres Fakfak, pelaku dihukum jalan jongkok ke Kantor Sat Reskrim kemudian ditahan di sel tahanan Polres Fakfak untuk menjalani proses hukum.

Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir, S.IK, melalui Kaur Bin OPS Sat Reskrim Ipda. Slamet Eko R, SH mengatakan, NH merupakan pencarian Polisi sejak Selasa (24/7/2018) lalu karena melakukan curanmor bersama rekannya bernisial AI (19) yang sebelumnya sudah ditangkap dan saat ini mendekam di sel tahanan Polres Fakfak.

“Jadi sebelumnya, pelaku dengan inisial AI (19) yang kos di RT 19 Wagom, kami ringkus pada Selasa (24/7/2018), ketika hendak bertransaksi dengan masyarakat yang sebelumnya curiga dengan penjualan motor yang ditawarkan dengan harga dibawah harga pasaran,” ujar Eko ditemui diruang kerjanya.

Lanjut Eko, barang bukti yang diamankan berupa satu set kunci T yang dilakukan pelaku untuk pencurian sepeda motor.

“Dua sepeda motor yang berhasil kami amankan yakni, Mio M3 125 warna hitam, Yamaha Fixion warna hitam STNK dan kartu ATM BRI,”kata Eko.

Bukan saja itu, kata Eko, ada dua sepeda motor yang saat ini masih berada di kelapa dua Kabupaten Bintuni, yaitu sepeda motor Yamaha All New R15 warna putih dan Jupiter MZ King150.

“Dua sepeda motor tersebut yang ada di kelapa dua Bintuni akan kami ambil dan bawa ke Fakfak,”jelas Eko menambahkan sepeda motor curanmor itu akan dijual ke Bomberay atau kelapa dua Bintuni dengan kisaran harga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close