HeadlinePolitik

Sambut HUT RI ke-73, Kantor KPU Fakfak Dipercantik

Suasana Kantor KPU Kabupaten Fakfak, memeriahkan HUT RI ke-73 tahun 2018.

Ocen Wairoy ; Komsioner dan Sekretariat KPU dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu ibarat sepasang sepatu, yang harus selalu berjalan beriringan sesuai koridor masing-masing.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Patut kita beri acungan jempol kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, pasalnya, meski kantor penyelenggara pemilu ini berada di belakang Kota Fakfak.

Namun rasa nasionalismenya dan menghargai jasa para pahlawan sangat tinggi dengan cara membersih-bersih kantor dan memasang umbul-umbul merah putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018.

Bersih-bersih kantor dan pemasangan umbul-umbul ini dikoordinir langsung oleh Kasubag Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Logistik KPU Kabupaten Fakfak, Ocen Wairoy, SE. MM dan Sekretaris KPU Kabupaten Fakfak, Asiza Arifuddin, SE sejak Jumat (27/7/2018) lalu.

Nampak dari jauh dipandang bagaikan wanita cantik yang membuat para pengunjung termasuk Partai Politik (Parpol) terpesona dan betah lama duduk menikmati angin sepoi-sepoi dari bukit yang dikelilingi Kantor KPU Kabupaten Fakfak.

“Om wartawan lihat suasana kantor KPU Fakfak saat ini bagaimana, beda kan, nah, dihari ulang tahun RI ini, kita KPU harus menunjukan rasa nasionalisme dan menghargai jasa para pahlawan,”Ujar Wairoy, ditemui di Kantor KPU Fakfak, Selasa (31/7/2018) siang kemarin.

Menurut Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ottow dan Gesiler (STIE OG) Fakfak ini bahwa, Agustus adalah bulan yang istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia karena tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka.

“Untuk itu, melalui momen ini kita menunjukan pendekatan bersifat merangkul dan memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong, salah satunya kita memasang umbul-umbul dan menghiasai kantor KPU dengan merah putih,”kata Wairoy.

Dijelaskannya, Komsioner dan Sekretariat KPU dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu ibarat sepasang sepatu, yang harus selalu berjalan beriringan sesuai koridor masing-masing.

“Walaupun bentuknya berbeda, tugasnya berbeda, posisinya berbeda, namun harus berjalan beriringan untuk mencapai tujuan bersama yakni menyuseskan pemilu,”jelas Wairoy. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close