HeadlineMetro Fakfak

Pemda dan DPRD Terkesan Cuek Soal Asrama Fakfak di Jayapura

Aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kabuoaten Fakfak beberapa waktu lalu oleh Mbaham Matta dan Mahasiswa Uncen asal Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Mahasiswa Universitas Cenderwasih (Uncen) asal Kabupaten Fakfak sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Fakfak yang terkesan lamban menangani persoalan Asrama Fakfak di Jayapura yang sedang dipalang oleh orang yang mengaku pemilik hak ulayat.

Kekecewaan sejumlah mahasiswa itu lantaran bolak balik unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Fakfak yang merupakan lembaga wakil rakyat, namun terkesan diabaikan alias tidak digubris.

Bukti nyata, aksi unjuk rasa di gedung sidang DPRD Kabupaten Fakfak, Selasa 31/7/2018) lalu hingga berakhir dengan pemalanganpun oleh puluhan mahasiswa asal Fakfak yang salah satu tuntutannya persoalan asrama di Jayapura, tidak ditanggapi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Fakfak.

“Pejabat-pejabat dari Fakfak ini semua pernah sekolah di Uncen (Universitas Cenderwasih), orang-orang itukan sekolah dari Uncen, dan tinggal di asrama itu juga, tapi ada masalah tidak bisa menyelesaikan,”ujar Sirzet Gwasgwas kepada awak media di depan gedung Sidang DPRD Kabupaten Fakfak, Senin (6/8/2018) siang kemarin.

Menurut dia, mahasiswa yang kulia di berbagai Universitas di Jayapura bukan berasal dari daerah lain, melainkan anak-anak Mbaham Matta, sebagian juga anak-anak pejabat Pemda Fakfak.

“Sampai sekarang ini saya tidak tahu kondisi Asrama Fakfak di Jayapura seperti apa, saya tidak tahu, silahkan tanya salah satu anak yang saat ini ada disini, yang kulia di Uncen,”sebut Sirzet.

Josua Hindom, salah satu mahasiswa Uncen asal Fakfak mengaku bahwa, kondisi asrama Fakfak di Jayapura sangat memprihatinkan, dan tidak layak dihuni.

“Kondisi asrama untuk sementara sekarang rusak, ada daun pintu yang sudah hilang, ada kaca-kaca yang sudah hilang dan kondisi sangat memprihatinkan,”ujarnya.

Menurut dia, kerusakan asrama Fakfak itu dikarenakan sejak 2015 hingga 2018 tidak ada pengawasan, dan status asrama saat ini dipalang oleh pemilik hak ulayat, karena belum ada realisasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

“Sudah ada utusan dari pemerintah daerah yaitu lima tim ke sana (Jayapura), namun sampai sekarang tidak ada hasil sampai hari ini, Cuma ada tim, tim dan tim, tapi tidak ada realisasi,”jelas Josua menambahkan hingga saat ini mahasiswa asal Fakfak semua huni kontrakan atau kos di Jayapura. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close