HeadlineHukum & Kriminal

Polda Papua Barat Tangkap 12 Kapal Illegal Fishing di Perairan Fakfak

 

Tim gabungan Dit Polair Polda Papua Barat, Sat Polair Polres Fakfak dan Polair Mabes Polri amankan 12 kapal illegal fishing.

FAKAK, kabarfakfak.com – Tim gabungan Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Papua Barat, Satuan Polair Polres Fakfak dan Polair Mabes Polri  berhasil mengamankan 12 kapal yang diduga melakukan tindak pidana Illegal Fishing Minggu 5 Agustus 2018 lalu.

Demikian disampaikan Direktur Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Papua Barat, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing S.IK melalui Kasubdit Gakkum Dit Polair Kompol Dery Agung Wijaya S.IK. SH. MH didampingi Kasatpolair Polres Fakfak Ipda Arif Usman Rumra, S.Sos dalam Press Releasenya kepada wartawan di Kantor Sat Polair Polres Fakfak, Selasa (14/8/2018) kemarin siang.

“Pada hari minggu tanggal 5 Agusutus 2018 sekitar 10.36 WIT di perairan Fakfak tepatnya diposisi 2 derajat 55 menit 49 detik lintang barat 132 derajat 16 menit 52 derajat lintang selatan, tim gabungan Dit Pol Air Polda Papua Barat, Sat Pol Air Polres Fakfak dan Mabes Pol Air berhasil menangkap 12 kapal yang diduga telah melakukan tindak pidana illegal fishing,”kata Dery.

Menurut Dery, saat ditangkap, 12 kapal tersebut sedang melakukan kegiatan penangkapan Fishing atapun telur ikan, yang mana penangkapan tersebut berdasarkan surat dari Pemerintah setempat bahwa, kegiatan tersebut merupakan illegal.

“Terhadap penangkapan tersebut berhasil kami amankan 12 kapal, telur ikan sebanyak 279 kilogram, alat penangapan ikan, dan ada beberapa dokumen kapal diantaranya surat ijin penangkapan ikan atau SIPI,”ujarnya.

Saat ini, lanjut Dery, 12 orang Nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka dan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) sedang dimintai keterangan sebagai saksi.

 “Kami akan kerja maraton sehingga diharapkan dalam waktu dekat berkas perkara tersebut sudah bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Fakfak untuk disidangkan di pengadilan negeri,”terangnya.

Dery menambahkan, berdasarkan pemeriksaan tersangka disangkakan melanggar pasal 93 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun, denda Rp 2 milyar. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close