HeadlineKabar Utama

Aksi Bakar Ban Warnai Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Fakfak

Suasana unjuk rasa di depan Kantor Bupati Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com -Gerakan Mahasiswa Fakfak (Gemafa) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Fakfak dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak, Senin (20/8/2018) siang kemarin, setelah berkumpul di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak pagi.

Pengunjuk rasa dipimpin Agustinus Ndandarmana dan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak, Sirzet Gwas-Gwas dan diikuti oleh Ketua ULMWP Wilayah Fakfak Abner Hegemur, Ketua Elsham Papua Fredy Warpopor, Rafles Gwasgwas, Samuel Lesnusa, Korlap Elias hindom, serta sejumlah Gemafa.

Pantauan media ini, sejumlah spanduk bertuliskan antara lain ‘Mengutamakan pembangunan infrastruktur tetapi banyak yang bermasalah ‘ Pembanguna  SDM diabaikan sehingga generasi Fakfak suram di hari esok.

Selain itu, sejumlah Panflet bertuliskan diantaranya ‘hilangkanlah korupsi dari negeri kami dan selamatkan negeri kami’ dan Fakfak sedang dalam ancaman Data BPS 2016 Fakfak rengking 1 pengangguran terbanyak di Papua Barat’.

Agustinus Ndarndarmana dalam orasinya meminta Bupati Fakfak hadir dan bertatap muka langsung dengan masa dan tidak ingin di wakilkan oleh siapapun

Selain itu, dia membacakan surat bukti pengadaan alat kesehatan (Alkes) Kanupaten Fakfak Tahun 2013 dan sejumlah anggaran dana yang di pakai untuk pengadaan alkes tersebut dan masyarakat menganggap ada penggelapan dana Alkes yang di lakukan secara diam-diam.

Dia juga menyinggung korupsi pengadaan ternak sapi, makan dan pakan sapi di Bomberai pada Tahun 2016 yang mana hingga saat ini belum di usut oleh Polisi dan Kejaksaan Negeri Fakfak.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa telah membakar empat ban mobil bekas secara serentak di depan kantor Bupati Fakfak, selain itu dilakukan prosesi adat taruh Sirih Pinang dan Pandoki di depan Kantor Bupati tepatnya di bawah tiang Bendera Kantor Bupati oleh Mama- Mama Orang asli Mbaham Matta Kabupaten Fakfak sebagai tanda kehadiran mereka mewakili seluruh anak Negeri Mbaham Matta

Sempat pengunjuk rasa meminta untuk segera di lakukan pemalangan Kantor Bupati dan menghentikan aktifitas pekerjaan di dalamnya, namun gagal dilakukan pemalangan.

Pasalnya, setelah Ketua Mbaham Matta melakukan koordinasi dengan marga Patiran dan Namudat selaku pemilik hak ulayat wagom dan sekitarnya menolak untuk dilakukan pemalangan.

Sirzat Gwas-Gwas dalam orasinya meminta Bupati hadir dan berhadapan langsung dengan masyarakat untuk mendengar dan menjawab semua pertanyaan maayarakat kecil yang hingga saat ini membuat mereka turun jalan karena apa yang dilakukan Bupati Fakfak telah  merugikan masyarakat Mbahammatta.

Pada kesempatan itu, Kapolres Fakfak AKBP. Deddy Foury Millewa, SH. S.IK. M.IK meminta kepada mahasiswa untuk tetap menjaga keamanan.

“Saya akan sampaiakan dan janjikan kepada mahasiswa untuk bisa ketemu Bupati dengan cara pertemuan atau audens dengan Bupati sehingga apa yang menjadi aspirasi mahasiswa bisa disalurkan langsung kepada Bupati Fakfak,”tukasnya.

“Kita berpikir lebih cerdas lagi dan mahasiswa tentukan untuk kapan bertemu dengan Bupati, saya selaku Kapolres Fakfak akan mempasilitasi waktu dan tempat pertemuan sehingga semua berjalan baik,”sambungnya.

“Saya sampaiakan kepada mahasiswa jangan kalian terpropokasi oleh orang ke tiga yang ingin memecahbelah persatuan kota Fakfak ini yang mana Fakfak ini merupakan tolak ukur kemananan Papua dan Papua Barat,”pinta Kapolres.

Usai melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati, masa bergerak menuju Kantor Kejaksaan Negeri Fakfak dan diterima oleh Kasi Inteljen Kajari Fakfak Matheis Rahanra, SH. MH, Kepala Seksi Perdata dan TUN Maria R.D.J Masella, SH.

Didepan Kantor Kejaksaan, masa mengaku kecewa, “Berkali-kali kami datangi kejaksaan ini, karena penderitaan terlalu banyak kasus korupsi di negeri ini yang tidak jelas tidak ada tindaklajutnya,”ujar pengunjuk rasa secara spontan.

“Kami berharap ada kepastian hukum kapan aktor Korupsi di tangkap dan hari ini harus ada komitmen dan kepastian dari kejaksaan terkalit kasus korupsi yang dilaporkan,”imbuh mereka.

Lanjut mereka, “Kami datang di kejaksaan untuk menanyakan kasus korupsi alat- alat Medis  RSUD Fakfak tahun 2012-2013. Kami mau tanyakan kasus  alat medis itu sudah sampai dimana, mana Buka buku Arsip, buku regerter dan buku exspedisi kami liat,”pinta mereka. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak Martheis Rahanra SH. MH didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tun Maria R.D. J Masella SH menyampaikan permohonan maaf bahwa Kepala Kejaksaan (Kajari) Fakfak sedang tidak berada ditempat.

“Kami yang ada ini adalah pelaksana harian dan  sudah banyak kami mendengar data data  kasus korupsi 2016. Kami kejaksaan negeri Fakfak akan tetap bekerja terkait kasus korupsi yang kita tangani saat ini sebanyak 8 perkara dan ada yang sudah ada putusan maupun masih dalam proses di antaranya empat kasus di Kaimana dan empat kasus lagi di Fakfak,”ujarnya.

Sementara terkait Kasus dugaan korupsi Alkes RSUD Fakfak yang menanganinya adalah bagian Pidana Khusus (Pidsus), yang Kepala Seksinya saat ini sedang berada di Manokwari melaksanakan sidang kasus Korupsi.

“Kami akan berkordinasi dengan Kasi Pidsus setelah melaksanakan tugasnya di sana kami akan konfirmasi dan Menentukan waktu kira – kira satu minggu setelah berkas itu di dapat kami akan menghubungi kembali Saudara-saudara mahasiswa untuk sama-sama melihat berkas tersebut,”ujarnya.

Setalah pengunjuk rasa menerima penjelasan dari Kasi Intel Kejaksanaan Negeri Fakfak, mereka berjanji akan kembali setelah mendapat konfirmasi dari Kasi Pidsus untuk melihat berkas tersebut.

Selanjutnya, pengunjuk rasa kembali ke Kantor Dewan Adat Mbaham Mata untuk di berikan arahan oleh Kordinator Lapangan dan selanjutnya membubarkan diri ke rumah masing-masing. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close