HeadlineHukum & Kriminal

Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Sudiana Digelar, JPU Bacakan Dakwaan

Suasana sidang perdana pembunuhan Sudiana di Pengadilan Negeri Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Masih ingat kasus mutilasi dengan korban Maria Sudiana Anggrianto (64) di kediamannya Jalan Kokas, Kelurahan Fakfak Utara Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak 27 Februari 2018 lalu?

Nah, Kamis (23/8/2018) sore kemarin, Pengadilan Negeri (PN) Fakfak menggelar sidang perdana, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lusia Indri Primastuti, SH.

Pembacaan dakwaan dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Thobias Benggian, SH, Hakim Anggota, Irvino, SH dan Agus Eman, SH. MH dengan Panitera Pengganti, Yonesrian, SH.

Terdakdwa bernisial Net didamping tiga orang Penasehat Hukum (PH), La Iriani, SH, Munajir Kaimuddin, SH, dan Suriadi, SH.

Sebelum pembacaan dakwaan, PH terdakwa mengajukan kebaratan kepada Ketua Majelis Hakim agar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa diserahkan dan menjadi pegangan PH terdakwa sebelum dakwaan dibacakan oleh Penuntut Umum.

Menurut La Iriani, SH sesungguhnya, tanpa BAP dimintapun, Penuntut Umum sudah menyiapkan dan memberikan kepada PH terdakwa karena sudah diatur dalam KUHAP.

Dengan tidak diberikanya turunan berita acara tersebut, kata La Iryani akan menghambat PH terdakwa membuat eksepsi dan bahkan upaya hukum lainnya.

Menanggapi keberatan itu, Hakim Ketua meminta kepada PH untuk berkordinasi dengan JPU guna mendapatkan BAP tersebut,

“Penasehat Hukum terdakwa silahkan bicarakan dengan Penuntut Umum, apakah saudara Penasehat Hukum foto copy turunan dari berkas pemeriksaan, atau bagaimana silahkan dikoordinasikan ke Penuntut Umum,”pinta Thobias.

Setelah mendengar penjelasan dari Hakim Ketua, dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan oleh Penuntut Umum.

Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Rabu 29 Agustus 2018 dengan agenda PH terdakwa mengajukan eksepsi atau nota pembelaan.

Raut wajah kekecewaan tampak dari terdakwa Net dan penasehat hukumnya saat meninggalkan ruang persidangan.

Seperti diketahui, Nel (22) yang ditangkap di Salawati, Aimas dan dibawa ke Fakfak pada 10 Maret 2018 lalu, dalam pemeriksaan awal mengakui bahwa dialah yang melakukan pembunuhan Sudiana.

Nel juga mengaku bahwa, dia membunuh atas perintah Net, Ang, Jack dan Tedjo yang keempatnya ini masih bersaudara dengan korban.

Dari pengakuannya, saat itu polisi menyimpulkan bahwa pembunuhan ini diduga lantaran masalah warisan keluarga.

Dalam kasus ini, awalnya Polisi menetapkan 5 orang tersangka. Empat diantaranya masih ada hubungan keluarga dengan korban.

Namun dalam perjalanan kasus ini, tiga orang dianggap tidak cukup bukti, sehingga bebas demi hukum, hingga ada bukti kuat yang bisa menjeratnya kembali. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close