HeadlineHukum & Kriminal

Oknum Wartawan Polisikan Mohammad Hatab

Pimpinan Redaksi media online www.mataradar.com melaporkan Mohammad Hatab ke Polisi, ini bukto laporannya.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Pimpinan Redakasi media online www.mataradar.com melaporkan Mohammad Hatab ke Polres Fakfak, Jumat (24/8/2018) pagi kemarin.

Mohammad Hatab dilaporkan ke Polisi lantaran, dirinya menyebut Wartawan Abal-Abal melalui WhatsApp Group KAHMI.

“Ini wartawan abal2 kata2 yg Digunakannya,”tulis Mohammad Hatab dalam WhatsApp group KAHMI.

Menurut Rustam Rettob, muncul penulisan Wartawan abal-abal oleh Hatab setelah dirinya mengirim link berita ke Group KHAMI dan dibaca oleh Mohammad Hatab.

Lanjut Rustam, ada salah satu kalimat “SAMBANGI” yang menurut Hatab tidak ada pada kamus Bahasa Indonesia. Namun kata Rustam, kalimat itu biasanya sering digunakan oleh wartawan dalam penulisan berita.

“Masa ketua PB HMI sembangi? Beraki? Atau apa? Itu sja yg abal2, masa seorang kader intelek tdk bisa bedakan kata untuk konsumsi umum,”tulis Mohammad Hatab dalam WhatsApp group KAHMI.

Menurut Rustam, meski ada kalimat yang menurut Hatab tidak sesuai dengan yang diinginkannya, bisa saja mengklarifikasi, bukan menyebut Wartawan abal-abal.

“Kalau menyebut Wartawan abal-abal berarti semua wartawan di Fakfak dan pada umumnya wartawan di Indonesia wartawan abal-abal, jadi kalau bicara wartawan, bicara oknum,”ujar Rustam Rettob kepada media ini via seluler pagi kemarin.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Fakfak, Salmon Teriraun mengatakan bahwa, Wartawan Indoesia bekerja sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Salmon, di dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang PERS pasal 4 ayat 3 dijelaskan bahwa Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasih.

“Pasal 5 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers juga diatur yaitu Pers wajib melayani hak jawab dan juga melayani hak koreksi, jadi kalau anda (Hatab) merasa keberatan tentang pemberitaan silahkan menyampaikan kepada wartawan yang bersangkutan untuk hak jawab atau koreksi, tapi anda jangan menyebut wartawan abal-abal, kami wartawan diatur oleh undang-undang, anda harus paham itu,”tegas Salmon. [KF-1]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close