HeadlineHukum & Kriminal

Penyidik PPA Sat Reskrim Polres Fakfak Serahkan 3 Tersangka Setubui Anak Dibawa Umur ke Kejaksaan

Penyidik PPA Reskrim Polres Fakfak Serahkan 3 Tersangka Setubui Anak Dibawa Umur ke Kejaksaan Negeri Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Fakfak, Polda Papua Barat dua hari berturut-turut menyerahkan berkas perkara tersangka dan barang bukti kasus persetubuhan anak dibawa umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak.

Dua tersangka inisial AS alias Resi dan CF dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak, Kamis (30/8/2018) siang, dan satu tersangka lagi insial MA diserahkan ke Kejari Fakfak, Jumat (31/8/2018) siang kemarin.

Kasat Reskrim Polres Fakfak melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Fakfak, Ipda Slamet Eko, R. SH membenarkan adanya penyerahan berkas 3 tersangka dan barang bukti kasus persetubuhan anak dibawah umur ke Kejari Fakfak.

“Memang benar skali, Kamis kemarin dan Jumat tadi siang, Unit PPA Sat Reskirim menyerahkan berkas tersangka dan barang bukti kasus persetubuhan ke Kejaksaan Negeri Fakfak,”ujar Eko via ponselnya sore kemarin.

Dikatakannya, penyerahan berkas 2 tersangka inisial AS alias Resi dan CF dan barang bukti oleh Bripka Rizal Rusli, SH didampingi, Brigpol La Dwy, SH dan Bripda Yusri, P, yang diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lucia Indri Primastuti, SH diruang Staf Pidum Kejari Fakfak. Sedangkan tersangka inisial MA yang diterima Jaksa Maria R.D. J. Masela SH.

Diketahui, tersangka AS alias Resi menjalani hubungan pacaran dengan korban sebut saja bunga berusia 15 tahun sejak 2014 lalu, kemudian bulan Mei 2018 tersangka membawa kabur korban ke Sorong.

Orang tua korban mencari anak ke kerabat dan keluarga, namun tidak mendapatkannya, kemudian melaporkan ke Polisi untuk dilakukan pencarian.

Tersangka dan korban diketahui berada di Sorong setelah Polisi mengkroscek via ponsel korban. Setelah mengetahui keberadaan tersangka dengan korban, langsung dilakukan penangkapan.

Penangkapan dipimpin oleh KBO Reskrim Polres Fakfak dibantu Polisi Sektor Kampung Baru Kota Sorong, selanjutnya tersangka dibawa ke Fakfak untuk dilakukan proses hukum.

Sementara tersangka nisial CF berhubungan pacaran dengan korban sebut saja mawar berusia 16 tahun dan menghamilinya. Namun korban melahirkan anaknya meninggal. Orang tua korban mengetahui kejadiam itu langsung melporkan ke Polisi untuk dilakukan penangkapan dan proses hukum.

Lain lagi dengan tersangka MA, dia tinggal bersama korban sebut saja Melati usia 16 tahun di rumah korban, selama tinggal bersama korban mereka berdua melakukan hubungan badan atau persetubuhan.

Tersangka menyampaikan kepada korban untuk ke Kabupaten Raja Ampat untuk mencari pekerjaan, ternyata di sana tersangka menikah.

Setelah menikah, tersangka kembali ke Fakfak dan tinggal bersama korban dirumahanya. Orang tua korban mencurigai kenapa anaknya keluar malam.

Orang tua korban mulai mencaritau dan kedapatan tersangka sedang melakukan hubungan badan atau bersetubu dengan korban di dekat rumah korban.

Atas kejadian itu, orang tua korban melaporkan ke Polisi dan saat itu juga dilakukan penangkan dan diproses hukum.

Tersangka, disangkahkan melanggar pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang  RI  Nomor 23 tahun 2002 tantang Perlindungan Anak. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close