HeadlineMetro Fakfak

Yosep Kabes Klaim Traffic Light di Pertigaan Tugu Yosudarso Sudah Sesuai Prosedur

Traffic Light di pertigaan Tugu Yosudarso.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak mengklaim pemasangan Traffic Light di pertigaan Tugu Yosudarso sudah sesuai prosedur selain sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, juga disesuaikan dengan kondisi geometrik jalan di Kabupaten Fakfak.

Demikian disampaikan Yosep Kabes, SH salah satu Staf pada Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (7/9/2018) siang kemarin.

Pernyataan Yosep Kabes menanggapi pemberitaan di media ini Selass 31/8/2018) lalu bahwa, Traffic Light di Pertigaan Tugu Yosudarso menjadi sorotan.

“Di Dinas Perhubungan ada bagian yang namanya Unit Pengujian, untuk menguji dimensi kenderaan termasuk ukuran dan muatan, yang disebut JBB (Jumlah Berat yang diperbolehkan) dan JBI (Jumlah Berat yang diijinkanbatau Bruto),”ujar Yosep.

Menurut dia, dengan kondisi geometrik jalan Fakfak, maka sudah tentu kembali kepada kesadaran pengendara khususnya kenderaan roda empat atau lebih, yang muatannya lebih dari berat kenderaan yangndiperbolehkan atau diijinkan (JBB dan JBI).

“Misalnya, kenderaan yang diuji dan hasilnya sesuai JBB 4 ton, tetapi JBI dibawa 4 ton oleh penguji. Penguji menetapkan dibawa 4 ton karena disesuaikan dengan kinerja mesin kenderaan, yang disesuaikan dengan umur atau usia pakai kenderaan, serta geomterik jalan di Kabupaten Fakfak,”imbuhnya.

“Sehingga apabila muatan kenderaan melebihi JBI dan JBB, sudah tentu kenderaan tersebut, akan tidak mampu untuk melakukan perjalanan pada jalan yang menanjak maupun menurun, karena akan berpengaruh padanfungsi rem pada saat menurun,”tambah Yosep.

Yosep menjelaskan, sudah benar kenderaan yang berhenti saat lampu berwarna merah dan tidak diperbolehkan undang-undang, sebab jika tetap kenderaan menabrak lampu berwarna merah dan belok kiri langsung, maka kenderaan tersebut akan menabrak kenderaan yang sedang melewati saat gilaran lampu berwarna hijau.

“Salah satu contoh, Traffic Light Tugu Yosudarso, kendeaan dari arah Telogia pada saat lampu merah, seharusnya berhenti, namun kalau tetap belok kiri langsung dengan melaju naik tanjakan, sudah tentu kenderaan yang dari arah PT. Buma atau Kantor Sinode GPI naik akan menabrak kenderaan yang belok kiri langsung dari bawa, ini yang sangat berbahaya. Justru itu, apa yang kita lakukan atau pasang itu sudah benar sesuai dengan prosedur,”jelasnya.

Yosep menghimbau kepada kenderaan roda empat atau lebih agar rutin melakukan pengujian untuk mengetahui berat muatan dari kenderaan tersebut, karena kenderaan roda empat di Fakfak hampir sudah mengalami faktor usai alias tua.

“Hal ini juga menjaga keselamatan manusia dan barang, terutama manusia atau penumpang, sebab di Indonesia, kecelakaan kenderaan di jalan adalah penyebab kematian nomor 3 di Indonesia dari penyakit berbahaya lainnya. Nah, ini yang perlu harus diperhatikan oleh para pengguna jalan, baik itu pengenadara atau pejalan kaki,”pintanya.

Yosep menambahkan, saat ini pihaknya jemput boleh untuk melakukan pengujian kenderaan bermotor secara berkala di lapangan, sebut dia sudah beberapa daerah yang dikunjungi Unit Pengujian pada Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak.

“Di beberapa Distrik diwilayah Kabupaten Fakfak kita sudah datangi dan langsung kita melakukan pengujian, dan minggu depan kita akan ke Bomberay untuk menguji kenderaan roda empat disana,”tandasnya. (monces)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close