HeadlinePolitik

Ini Keterangan Saksi Dugaan Money Politik Kampanye Partai Hanura di Katemba

Suasana kebersamaan yang begitu indah mantan Ketua Bawaslu Fakfak dengan Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Fakfak saat salah satu kegiatan di KPU Fakfak.

FAKFAK, kabafakfak.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Fakfak, Rabu (16/1/2019) kemarin telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan money politik, yang diduga saat kampanye Partai Hanura Kabupaten Fakfak di kampung Katemba, Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak, 13 Januari 2019 lalu.

Kali ini, giliran Wa Mulyani dan Wa Hadijah dimintai keterangan terkait dugaan money politik itu, satu persatu Bawaslu melakukan pemeriksaan. Wa Mulyani diperiksa oleh Komisioner Bawaslu Yanpith Kambu dan Wa Hadijah diperiksa oleh Komisioner Bawaslu Fahry Tukuwain.

Wa Mulyani dalam keterangannya, mengatakan  kehadirinya dalam kampanye itu, selain berperan menyajikan makanan kepada peserta kampanye, dia juga memiliki hubungan keluarga dekat yaitu sepupu dengan Abdul Rahim, caleg DPRD Kabupaten Fakfak 2019.

“Apakah ibu mengenal ibu baguna Palisoa,”tanya Komisioner Bawaslu Yanpith Kambu, sembari dijawab Wa Mulyani bahwa, dirinya tidak mengenal Baguna Palisoa.

“Apakah benar ibu Baguna Palisoa memberikan uang dalam bentuk amplop dan apakah ibu yang menerima,”tanya Komisioner Bawaslu Yanpith Kambu, sembari dijawab oleh Wa Mulyani bahwa, ya benar saya menerima dalam bentuk amplop dengan kata-kata untuk orang dapur yang bantu masak dan isinya sebesar Rp 600.000.

“Ada berapa banyak orang yang ibu bagikan uang sebagai imbalan memasak,”tanya Komisioner Yanpith Kambu, sembari dijawab Wa Mulyani, sebanyak dua orang, dan saya sampaikan nanti bagikan lagi atau juga kepada yang cuci piring.

Sementara Wa Hadija dalam keterangannya menceritakan kronologis bahwa dirinya hadir berdasarkan undangan dari pihak keluarga La Abdul Rahman, pada dirinya menerima uang pada saat kampanye terbatas selesai.

“Saat joget terlalu heboh rameh, ibu Baguna memanggil dan memberikan uang, dan saya merasa hanya uang saweran,”ujar Wa Hadijah dalam keterangannya kepada Komisioner Fahry Tukuwain.

Wa Hadijah menjelaskan bahwa, pada saat Baguna Palisoa memberikan uang kepadanya sebesar Rp 1.500.000, semua orang yang joget saat itu melihat dan setelah Baguna Palisoa pergi meninggalkan tempat kampanye, langsung dirinya membagi kepada orang-orang yang joget masing-masing mendapat Rp 100.000.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Fakfak Baguna Palisoa kepada wartawan mengatakan, dirinya memberikan uang kepada Ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi untuk acara kampanye terbatas itu bukan unsur ajakan untuk memilih caleg dari Partai Hanura, melainkan sebagai wujud rasa terima kasih.

Sama halnya juga kepada peserta atau keluarga caleg Hanura yang menghadiri acara kampanye terbatas, yang mana pemberian uang itu sebagai ucapan terima kasih.

“Kalau Bawaslu mengatakan bahwa saya money politik, sangat bertentangan dengan kata hati saya yang sesungguhnya, sebab saya ini sudah banyak membantu orang dalam bentuk apa saja, saya tidak tegah melihat orang sudah begitu hadiri acara, dengan begitu kerja keras masak, sudah tentu belas kasihan dengan memberikan uang yang wajar sebagai ucapan terima kasih,”jelasnya. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close