HeadlinePolitik

Yunus Basari : Pengawas Pemilu Harus Bisa Bedakan Mana Cost Politic dan Money Politics

Salah satu Advokasi Yunus Basari, SH.

FAKFAK, kabarfakfak.com ­– Salah satu pengamat Hukum Yunus Basari, SH meminta Badan Pengawas Pemilu untuk membaca dan memahami baik Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), karena pada pasal 280 dan 286 tidak bisa membedahkan mana cost politic dan money politics.

Didalam pasal 280 huruf (j) UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatakan bawa, melarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.

Sementara pasal 286 UU tersebut menjelaskan bahwa, pemberian uang makan/minum, biaya/uang transport, biaya/uang pengadaan bahan kampanye kepada peserta kampanye pada pertemuan terbatas dan tatap muka peserta pemilu “diperbolehkan”.

 “Jadi ada banyak celah yang bisa dilakukan oleh peserta pemilu untuk mempengaruhi pemilih, dengan dibolehkannya pemberian transport, makan minum kepada peserta kampanye pun pengawas pemilu akan sulit untuk membedahkan mana cost politic dan money politics,”ujarnya Sabtu (19/1/2019).

Lanjut dia, adanya pasal 286 itu, maka masyarakat yang datang mendengarkan visi, misi peserta pemilu, baik pada kampanye terbatas maupun kampanye umum harus diberikan transport maupun makan minum, yang penting tidak bersifat mengajak untuk memilih peserta pemilu.

“Mereka (masyarakat,red) datang dengan uang pribadi, sudah tentu mereka pulang harus kita beri uang transport, bahkan kita beri mereka makan dan minum, yang penting jangan bersifat ajakan seperti pada pasal 280 huruf (j),”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close