HeadlineMetro Fakfak

Kasat Polair Bilang Pandu Laut Wajib Dilaksanakan, Meski Ditolak Nahkoda Kapal

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kasat Polair Polres Fakfak Ipda Arif Usman Rumra, S.Sos menegaskan bahwa tugas pandu penting untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan General Manager PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Fakfak Muh, Syarief Karim, yang menyatakan bahwa, nahkoda kapal kontainer Hijau Jelita saat keluar dari dermaga menolak pandu laut.

“Meskipun nahkoda kapala Hijau Laut menolak pandu laut, wajib hukumnya tetap dilakukannya, karena kita bicara soal keselamatan pelayaran,”ujar Arif sapaan akrabnya di Kantor Polair Polres Fakfak, Jumat (25/1/2019) sore kemarin.

Menurut Arif, hal itu diatur dalam Undang-Undang No 17 tahun 2008 tentang pelayaran, pada pasal 198 tentang pemanduan ayat 1 menjelaskan bahwa demi kelancaran berlalu lintas diperairan dan pelabuhan, pemerintah menetapkan perairan tertentu sebagai perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa,

“Ayat 2 juga menjelaskan bahwa, setiap kapal yang berlayar diperairan wajib dipandu dan perairan pandu luar biasa menggunakan jasa penamanduan,”kata Arif.

Sementara lanjut dia, pada pasal 3 menjelaskan bahwa, penyelenggara pemanduan dilakukan oleh otoritas pelabuhan atau unit penyelenggara pelabuhan dan dapat dilimpahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan yang meneuhi persyaratan.

“Petugas pandu memiliki peran penting dalam pemberian bantuan, saran, dan informasi kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat, agar navigasi pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar sehingga keselamatan pelayaran dapat terwujud,”jelasnya. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close