Sunday , 2 February 2020
Home / Headline / Seno Ajin Bilang Fakfak Unik, Tebang Pohon Harus Tuntut Ganti Rugi, Kapan Daerahnya Maju

Seno Ajin Bilang Fakfak Unik, Tebang Pohon Harus Tuntut Ganti Rugi, Kapan Daerahnya Maju

Manager PT. PLN (Persero) Rayon Fakfak Seno Ajin.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Salah satu faktor atau penyebab pemadaman listrik di Fakfak adalah dahan atau ranting pohon yang menyentuh jaringan listrik, jika hujan disertai angin kencang.

Satu-satunya solusi adalah pohon atau dahan dan ranting harus ditebang atau dipotong sehingga tidak terjadi pemadaman listrik. Namun, jika hal itu dilakukan maka sudah tentu berurusan dengan pemiliknya yang sudah membudaya di Kabupaten Fakfak.

Budaya ganti rugi pohon di Fakfak ini menjadi keluhan Manager PT. PLN (Persero) Rayon Fakfak Seno Ajin setelah melaksanakan tugasnya di Fakfak. Dia merasa kaget jika pohon ditebang harus ganti rugi.

“Selama saya bekerja 24 tahun di PLN ini belum ada ganti rugi pohon, nantinya tugas di Fakfak baru ada ganti rugi pohon, kapan daerah ini bisa maju, kalau menganggap bahwa listrik ini tidak penting, pohon lebih panting, dan jujur saja PLN tidak ada biaya ganti rugi pohon,”ujar Seno Ajin dengan nada kesal ditemui diruang kerjanya, Senin (4/2/2019) pagi.

Menurutnya, lsitrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sebagai sumber daya ekonomis dan pembangunan yang paling utama dibutuhkan.

“Penggunaan listrik juga merupakan faktor yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik pada sektor rumah tangga, penerangan, komunikasi, industri, pembangunan dan sebagainya. Untuk itu masyarakat Kabupaten Fakfak harus memahami hal ini, sehingga jika terjadi pohon yang terkena jaringan listrik ditebang, tanpa menuntut ganti rugi,”pintanya. [monces]

Check Also

Manager UP3 Sorong Sebut Minggu ke-3 Februari Listrik di Fakak Mulai Normal Kembali

FAKFAK, kabarfakfak.com – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong Albert Safaria menyampaikan permohonan maaaf …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *