HeadlineMetro Fakfak

Kantor KUA Distrik Fakfak Tengah Dipalang, Ini Penyebabnya

Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak yang baru saja selesai dibangun 2018 lalu dipalang oleh pekerja.

Kepala Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Distrik Fakfak Tengah, Jamaludian Letto membenarkan adanya pemalangan tersebut, yang dilakukan oleh Robo Ubrusun salah satu pekerja proyek pembangunan kantor tersebut sejak Selasa (12/2/2019) lalu dan hingga saat ini belum dibuka.

“Iya benar, kantor ini dipalang oleh Robo, salah satu pekerja proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA, yang dikerjakan tahun 2017, oleh salah satu kontraktor dari Sorong, sedangkan tenaga kerja atau tukangnya dari Fakfak,”ujar Jamaludin diruang kerjanya, Jumat (15/2/2019) pagi kemarin.

Sementara Robo Ubrusun, salah satu pekerja proyek pembangunan Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Distrik Fakfak Tengah mengaku benar bahwa dirinya melakukan pemlangan lantaran upah kerjanya termasuk teman-temannya belum dibayar oleh salah satu kontraktor di Sorong bernama Haji Noval sebagai pemborong.

“Teman saya sisa upah yang belum dibayar Rp 45 juta, saya sendiri Rp 20 juta lima ratus, dan ongko Icong (toko idaman) Rp 20 juta lebih juga, dan ada pemilik moleng yang disewa Rp 6 juta lebih, sedikit itu saja katorang menderita setahun sampai sudah mau dua tahun ini, belum dibayar”ujar Robo dikediamannya sore kemarin.

Menurut dia, pemalangan itu juga dilakukan karena, pihak kontraktor telah melewati perjanjian bersama yang tertuang dalan surat yang ditandangani diatas meterai oleh pihak Kontraktor, Kantor Kementrian Agama dan Pekerja, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kementrian Agama.

“Dalam surat perjanjian bersama ini disepakati akhir Desember 2018, semua utang termasuk upah pekerja diselesaikan, saya tunggu sampai Januari 2019 kemarin, belum ada tanda-tanda pembayaran, maka hari selasa tanggal 12 Februari 2019 lalu saya palang,”jelasnya sembari meminta semua pihak terkait termasuk PPK harus bertanggungjawab, dan dia mengatakan akan melaporkan masalah ini ke Polisi. [monceas]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close