HeadlinePolitik

Siang Tadi, Sekretaris Kampung Werba Utara Datangi Kantor Bawaslu, Ada Apa?

Sekretaris Kampung Werba Utara Abraham Hindom didampingi Karel Hindom tatangi Kantor Bawaslu/foto monces.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Abraham Hindom Sekretaris Kampung Werba Utara Distrik Fakfak Barat, mendatangi Kantor Bawaslu Kabupaten Fakfak, Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 12.10 WIT.

Pantauan, Abraham Hindom tidak saja sendirin, dia didampingi Karel Hindom datangi Kantor Bawaslu dengan membawa selembar surat undangan pertemuan 5 kepala kampung Werba Raya yang sudah dilaksnakan Jumat 5 April 2019 lalu.

Lima Kepala Kampung Werba Raya itu yakni, Kepala Kampung Werba, Werba Utara, Pager kendik, Khukendak dan Kepala Kampung Wurkenidk.

Abraham mengakui, pertemuan itu disepakati Pemilu 17 April 2019 mendatang menggunakan sistim “Noken” yang menurut dia akan berdampak konflik di daerah itu.

“Saya tidak inginkan Pemilu 17 April 2019 nanti sistim Noken, karena sistim noken itu hanya untuk dua caleg tertentu,”ujar Abraham Hindom di Kantor Bawaslu Kabupaten Fakfak siang tadi.

Menurut dia, tujuan melapor ke Bawaslu untuk semata dilakukan pencegahan, karena hak pilih pemilih di daerah itu dibatasi lantaran Pemilu sistim noken, yang hanya untuk memilih caleg tertentu.

“Jadi pemilu sistim Noken nanti itu hanya untuk dua orang calon legislatif. Nah, hal ini harus kita cegah, supaya tidak terjadi konflik, karena kalau hanya dua caleg saja, lalu caleg yang lain dikemanakan,”kata dia.

Sementara Devisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Pencegahan Bawaslu Kabupaten Fakfak Abdul Tanggi Irirwanas, S.Si mengatakan, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan pertemuan bersama kepala kampung dan KPU Kabupaten Fakfak.

“Langkah yang akan kami lakukan adalah berkoordinasi dengan KPU dan Kepolisian untuk pertemuan dengan para kepala kampung di Werba Raya sesuai amanat undang-undang,”kata Tanggi sapaan akrabnya.

Menurut dia, Pemilu sistim Noken itu, hanya berlaku di wilayah Provinsi Papua, dan jika terjadi di Papua Barat khususnya di Kabupaten Fakfak, maka akan bertentangan dengan Undang-Undang.

“Kalau itupun hari ‘H’ pelaksanaan Pemilu 17 April menggunakan sistim Noken maka, kami akan batalkan dan melakukan pemungutan suara ulang sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku,”tegasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close