HeadlineHukum & Kriminal

Kejari Fakfak Diminta Pertanggungjawabkan Barang Bukti 12 Nelaayan Asal Bone Sulsel

Memprihatinkan, suasana atau kondisi kapal nelayan yang berlabu dibelakang Kantor Satpolair Polres Fakfak.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Paulus Sinai Sirwutubun, SH Penasehat Hukum (PH) Kasus Illegal Fishing meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak mempertanggungjawabkan 12 barang bukti (bb) kapal nelayan yang berlabuh di belakang kantor Satpolair Polres Fakfak, yang terkesan jadi bangkai.

Sirwutubun menilai Jaksa lalai dalam menjaga Barang bukti yang sudah secara tegas di nyatakan dalam amar putusan pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi.

Menurutnya, dalam amar putusan itu, Surat-surat dan kapal. Dikembalikan kepada pemiliknya.
Dan Alat tangkap (Rompon) dan telur ikan disita oleh negara dan dimusnahkan.

“Memang benar masih ada upaya hukum lanjut yang dilakukan oleh JPU Fakfak namun JPU tidak menjaga barang bukti kapal yang pada saat ini yang masih menunggu keputusan MA,”ujar Paulus via WhatShapp, Selasa (23/4/2019) siang kemarin.

Dia mengaskan, dirinya sangat menghargai kasasi di Mahkamah Agung (MA), namun apabila bb tersebut mengalami kerusakan, maka dia sebagai kuasa hukum dan sekaligus Pengacara di LHB GERIMIS akan mengambil langkah hukum.

“Kalau sampai alat bukti terbukti rusak dan diabaikan yang mana telah menjadi tangungjawab JPU yang telah menahan kapal-kapal telur ikan asal bone, saya akan mengambil langkah hukum,”tegasnya menambahkan 12 nelayan membutuhkan kepastian hukum bukan diabaikan, dan diterlantarkan. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close