HeadlinePolitik

Bawaslu Papua Barat Sebut PSU di TPS 001 Kampung Misepmesi Terancam Pidana

FAKFAK, kabarfakfak.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat akan membawa kasus Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 001 Kampung Misepmesi Distrik Manokwari Selatan ke sentra Gakumdu.

Hal itu ditegaskan Pimpinan Devisi Hukum Data dan Informasih M Nazil Hilmie ditemui usai pembukaan rapat pleno terbuka Rekapitulasi Penghitungan Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019 di Aula Balai Diklat Pemda Kabupaten Fakfak, Minggu (5/5/2019) sore kemarin.

Menurut Hilmie, alasan Bawaslu membawa kasus tersebut ke Sentra Gakumndu karena ada oknum-oknum yang diduga melakukan penolakan atau menggagalkan PSU di TPS 001, sehingga tidak ada satupun pemilih yang datang melakukan pemugutan suara ulang pada 27 April 2019 lalu.

“Padahal masyarakat setempat bersediah untuk melakukan pemungutan suara ulang, sehingga berdasarkan aturan, kami dalam posisi untuk mempersiapkan kasus ini ke Gakumdu atau gugatan pidana bagi mereka-mereka yang menolak pemungutan suara ulang di TPS yang bersangkutan,”ujarnya mengatakan alasan penolakan PSU karena Pemilu 17 April 2019 lalu penuh dengan kecurangan.

Adanya tidak dilakukan PSU, maka kata Hilmie, TPS 001 Kampung Misepmesi Distrik Manokwari Selatan dihitung ‘Nol’ “Artinya tidak ada satu suarapun yang terhitung dalam Pemilu 2019 baik untuk calon presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota,”katanya.

Untuk itu, Hilmie menegaskan PSU TPS 001 Kampung Misepmesi terancam pidana, karena diduga melanggar Pasal 531 PKPU Nomor 9 tahun 2019 tentang pemungutan dan penghitungan suara Pemilu.

“Pasal 531 sangat jelas bahwa, barangsiapa yang menggagalkan Pemilu 2019, maka kepada yang bersangkutan akan diancam hukuman 5 tahun, denda Rp 36 juta,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close