Friday , 31 January 2020
Home / Headline / Kunjungan Belajar di Raja Ampat Pintu Masuk Pengembangan Konsep Minawisata Kabupaten Fakfak

Kunjungan Belajar di Raja Ampat Pintu Masuk Pengembangan Konsep Minawisata Kabupaten Fakfak

Foto bersama Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak dengan masyarakat kampung Sipatnanam.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kunjungan belajar pelaku usaha wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat pada April 2019 lalu merupakan pintu masuk pengembangan konsep minawisata di Kabupaten Fakfak.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak Untung Tamsil, S.Sos.M.Si, Rabu (8/5/2019) siang kemarin.

“Banyak tempat wisata kita, namun belum dikelolah baik, sehingga momen Kunjungan wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat bulan April 2019 lalu itu merupakan konsep pengembangan minawisata di Kabupaten Fakfak,”kata Tamsil.

Dia menyebutkan, tempat wisata misalnya pulau panjang, ega, wertutin, yang jarak yang begitu dekat dengan wilayah kabupaten Fakfak, begitu besar memiliki potensi dan aset bawah lautnya.

“Pulau-pulau itu, bisa kita optimalkan dan kembangkan menjadi wisata bahari dan agar masyarakat lokal dapat terlibat langsung, ikut serta sebagai pelaku usaha minawisata,”ujarnya.

Dia menjelaskan, sesungguhnya terdapat empat  aktivitas pada kegiatan minawisata, yakn wisata mina, wisata konservasi dan pendidikan lingkungan (wisata bahari, dan wisata kuliner,red).

“Wisata mina berbasis perikanan dan kombinasinya dapat berupa pengembangan wisata budidiya laut seperti melihat proses budidaya rumput laut, budidaya ikan, memberi makan ikan dan memanen ikan,”kata Tamsil.

Sedangkan, wisata Konservasi dapat berupa ekowisatamangrove, jenis spesies, air terjun dan pendidikan konservasi.

“Nah, kita di Kabupaten Fakfak sebagai daerah konservasi adalah Taman Pesisir Teluk Berau di Kokas Arguni dan VandenBosh di Karas,”jelasnya.

Lanjut dia. Wisata Bahari sendiri dapat dilakukan adalah diving, wisata fotografi bawah air, berenang, snorkeling, wisata dan olahraga pantai, serta beach festival.

“Terakhir adalah Wisata Kuliner, yang dapat dilakukan seperti kuliner perikanan dapat berupa menikmati beragam makanan produk perikanan,”ujarnya.

“Misalnya, kerupuk ikan, sirup, manisan rumput laut, otak-otak, abon ikan, dan beragam makanan lainnya dari ikan,”tambahnya.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam bisnis perikanan.

“Sementara menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah,”jelasnya.

Oleh karena itu dalam aplikasinya, kegiatan wisata bahari yang memanfaatkan sumber daya ikan dapat dikembangkan ke arah minawisata.

“Dengan demikian maka, saatnya kita harus memulai  dalam melaksanakan program secara terpadu terintegrasi. Masyarakat Adat, Pemerintah Kampung, Baperkam, para pemuda harus mendukung dan memulai dengan merencanakan melalui program kampungnya untuk mengoptimalkan seluruh potensinya,”pinta Tamsil. [monces]

Check Also

Charles Kambu Tegas, Pedagang Sayur di Thumburuni Segera Pindah ke Pasar Ikan Tanjung Wagom

FAKFAK, kabarfakfak.com – Asisten Bidang Perikonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Fakfak Charles Kambu, S.Sos.M.Si dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *