HeadlineMetro Fakfak

Kantor PT. Pelni Fakfak Dipalang, Polisi : Ini Sudah Premanisme Tidak Boleh Dibiarkan

Suasana pemalangan kantor PT. Pelni Cabang Fakfak/foto monces

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kantor PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Fakfak dipalang oleh Salim Namudat pemilik hak ulayat, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 14.45 Wit.

Pemalangan dilakukan pada pintu utama dan pintu samping kiri Kantor PT. Pelni dengan menggunakan kayu balok dan bambu.

Kayu balok yang digunakan itu berukuran 5×5 atau lebar 5 cm, tinggi 5 cm panjang sekitar 2 meter dan panjang bambu berukuran 2 meter.

Suasana palang di pintu samping kiri Kantor Pelni Cabang Fakfak/foto monces.

Akibat pemalangan itu, pelayanan publik terkait penjualan tiket ditiadakan sementara hingga pemalangan dibuka.

“Penjualan tiket kita hentikan sementara penunggu palang dibuka,”ujar Kepala PT. Pelni Cabang Fakfak melalui Kepala Urusan dan OperasiTerminal,Teguh dihubungi via pnsel sore tadi.

Teguh juga mengatakan, pihaknya (Pelni,red) sudah melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Resort Fakfak guna proses hukum.

Kasat Intelkam Polres Fakfak Iptu Muhadi, SH sangat menyangkan sikap yang dilakukan pemilik hak ulayat.

“Pemalangan ini sudah merupakan premanisme (pemarasan), dan tidak boleh dibiarkan, saya sedang tunggun petunjuk pimpinan untuk membuka palang tersebut,”kata Muhadi.

Kasat Bimas Polres Fakfak Iptu La Ruslan, SH kepada media ini usai bertemu dengan Kepala PT. Pelni Cabang Fakfak sore tadi guna melakukan upaya mediasi agar palang dibuka, sehingga pelayanan publik khususnya penjualan tiket normal kembali.

“Saya baru saja bertemu dengan Kepala Pelni untuk melakukan mediasi, namun pihak pemilik hak ulayatpun tidak mau, dan pihak Pelni sudah melaporkan kejadian ini ke Polisi, jadi kita tunggu saja proses hukummya,”ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor PT. Pelni Cabang Fakfak Senin (13/5/3019) lalu didatangi Salim Namudat yang mengaku pemilik tanah yang ditempati kantor tersebut.

Menurut Kepala Urusan dan Operasi Terminal,Teguh kedatangan Salim Namudat mempertanyakan status tanah yang ditempati Kantor PT. Pelni Cabang Fakfak.

“Setelah dia pertanyakan status tanah kantor Pelni, kita tunjukin dokumen termasuk sertifikat tanah, lalu dia tanya lagi pelepasan tanah adat, hanya kita bilang akan kita minta dari pemiliknya di Kaimana,”ujar Teguh.

Setelah mendengar bahwa pelepasan tanah adat akan diminta dari pemiliknya di Kaimana sontak Salim Namudat mengancam akan memalang kantor tersebut.

“Saya berikan waktu hanya dua hari, mulai terhitung hari ini, kalau sampai tidak ada, maka kantor ini (Pelni,red) akan saya palang,”ujarTeguh meniru pembicaraan Salim Namudat.

Teguh sangat menyangkan sikap Salim Namudat yang tidak pernah memikirkan masyarakat Fakfak yang akan melakukan mudik lebaran menggunakan transportasi laut PT. Pelni.

“Nggak apa-apa Kantor Pelni dipalang, tapi kasihan masyarakat yang hendak mudik lebaran, kalau sampai dipalang kita tidak akan jual tiket dan otomatis Kapal tidak akan masuk lagi di Fakfak,”kata Teguh dengan nada kesal. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close