HeadlineMetro Fakfak

Jemaat GKI Nazaret Bersama Pospel GKI Imanuel Ibadah Syukur Pentakosta di Pantai Pasir Putih

FAKFAK, kabarfakfak.com – Umat Kristiani dari denominasi Gereja di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat melaksanakan ibadah syukur memperingati Pentakosta kedua, yang juga hari libur fakutatif Papua, Papua Barat, Senin (10/6/2019) pagi.

Ibadah Syukur Pentakosta atau disebut Keturunan Roh Kudus diantaranya digelar oleh Jemaat GKI Nazaret Wagom Bersama Pos Pelayanan (Pospel) Pasir Putih Jemaat GKI Imanuel Fakfak berlangsung di Pantai Pasir Putih dipimpin Pdt. F.Paksoal, SmTh dihadiri umat sekitar 300 orang.

Suasana Ibadah Syukur Pentakosta dipimpin Pdt. F.Paksoal, SmTh.

Ibadah Syukur Pentakosta tahun ini mengusung Thema : Roh Kudus Memimpin Kepada Perubahan dan Pembaharuan.

Pelaksanaan ibadah keturunan roh kudus mengandung makna relegius bagi umat Kristiani karena menyangkut ajaran kepercayaan Yesus Kristus.

Dalam kitab Suci Kisa Para Rasul 2 : 4 berkata “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat, “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.” (ayat 2-3).

Suasana umat/jemaat sedang ibadah.

Ada dua manifestasi Roh Kudus di sini yaitu dalam rupa ‘angin’ dan ‘api’. Angin adalah gambaran dari nafas kehidupan yang dihembuskan Tuhan.

Bila Roh Kudus hadir kita akan merasakan dan menemukan arti kehidupan yang sesungguhnya. Ketika kita membuka hati dan mengijinkan Roh Kudus bekerja dalam hidup ini kita akan merasakan sukacita dan kebahagiaan sejati.

Adapun sifat-sifat angin adalah sebagai udara untuk bernafas, tidak kelihatan tapi gerakannya dapat dirasakan, ada di mana-mana, selalu bergerak, dan bertiup lembut namun dapat menghasilkan tenaga yang dahsyat.

Sedangkan ‘api’ secara alamiah memiliki fungsi untuk membakar, memberi terang, menyucikan, membangkitkan tenaga, menghanguskan.

Melalui pekerjaan Roh Kudus kita dapat memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam firmanNya sehingga langkah hidup kita pun makin terarah, sebab “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), serta “…Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran,” (Yohanes 16:13).

Umat/jemaat sedang ibadah.

Api Roh Kudus juga sanggup menghanguskan setiap dosa, menyucikan hati kita serta melembutkan setiap hati yang keras.

Hanya dengan Roh Kudus kita dapat hidup dalam kekudusan dan menjadi pribadi-pribadi yang berkenan kepada Tuhan.

Kita tidak akan mampu mengerjakan tugas-tugas pelayanan dan menjadi saksi Tuhan di tengah dunia ini tanpa penyertaan Roh Kudus. Karena itu bukalah hati dan ijinkan Roh Kudus menjamah hidup Saudara supaya kita layak menjadi saksi-saksiNya.

Jika Roh Kudus bekerja dalam diri kita, maka kita sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar sebab RohNya lebih besar dari pada roh apa pun yang ada di dunia ini.

SELAMAT HARI RAYA PENTAKOSTA.
[monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close