Sunday , 2 February 2020
Home / Headline / Besok, Palang Polinef Dibuka, Pemda dan Pemilik Hak Ulayat Tempuh Jalur Mediasi

Besok, Palang Polinef Dibuka, Pemda dan Pemilik Hak Ulayat Tempuh Jalur Mediasi

FAKFAK, kabarfakfak.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1803/Fakfak menggelar rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Dewan Adat Mbaham Matta dan masyarakat pemilik hak ulayat 3 marga yakni Weripi, Rohrohmana dan Genuni, di ruang rapat Makodim 1803/Fakfak, Senin (17/6/2019) pagi tadi.

Rapat yang dipimpin Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md membahas pemalangan kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), yang hasilnya disepekati bersama 3 poin penting yang disetujui dan ditandatangani.

Tiga poin penting itu, yakni 1) Kasus Politikenik Negeri Fakfak akan diselesaikan melalui proses mediasi oleh Kejaksaan Negeri Fakfak antara masyarakat pemilik hak ulayat dengan pemerintah daerah, apabila tidak dapat mencapai kesepakatan, maka akan dilanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku dan pelaksanaan mediasi dilaksanakan mulai tanggal 27 Juni 2019 sampai dengan selesai.

2) Palang Politeknik Negeri Fakfak hari selasa 18 Juni 2019 dibuka jam 10.00 Wit, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung sebagaimana mestinya tanpa adanya intimidasi, ancaman, teror dan lain-lain.

3) Abapila dikemudian hari ada pihak-pihak yang mengingkari kesepakatan ini akan diselesaikan secara musyawarah dan sesuai hukum yang berlaku.

Kesepakatan bersama itu, ditanda tangani Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md, Kajari Fakfak Firdaus, SH. MH, Wakapolres Fakfak Kompol Ilhamsyah, S.Pd, Plh Sekda Charles Kambu, S.Sos. M.Si, Raja Fatagar, T. Heru Uswanas, S.Sos. M.Si.

Dewan Adat Mbaham Matta, Arnoldus Weripang, Junaidi Rohrohmana, Marthen R. Wouw, S.STP, MBA, Tokoh Masyarakat Sukur Weripi, Politeknik Negeri Fakfak Muhammad Nur, Tokoh Agam Ali Hindom, Pemilik Hak Ulayat 3 Marga yakni, H. Lapende Weripi, Abas Rohrohmana, dan Yanti Genuni.  

Dandim mengatakan, rapat tersebut tidak ada keberpihakan kepada siapapun, baik terhadap pemerintah daerah (pemda), pemilik hak ulayat maupun pihak Politkenik Negeri Fakfak.

“Tidak ada tendesi apapun, niat saya hanya bagaimana anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini bisa kuliah, bisa menikmati pendidikan dengan baik, sehingga suatu saat menjadi pemimpin di negerinya sendiri, membangun daerahnya sendiri, itu niat saya,”ujar Dandim wartawan usai rapat.

Dandim berharap kepada semua pihak harus menghargai, menghormati adat setempat, dengan selalu mengedepankan musyawarah mufakat melalui lembaga adat tanpa ada kepentingan, yang menghambat proses pendidikan, dan pembangunan nasional di daerah itu.

“Jadi masyarakat tidak serta merta mengklaim sesuatu barang, atau benda yang sudah memiliki kekuatan hukum (sudah bersertifikat,red), dengan tidak melakukan palang memalang, tapi kalau tidak merasa puas tempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana,”jelasnya. [monces]

Check Also

Manager UP3 Sorong Sebut Minggu ke-3 Februari Listrik di Fakak Mulai Normal Kembali

FAKFAK, kabarfakfak.com – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong Albert Safaria menyampaikan permohonan maaaf …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *