HeadlineMetro Fakfak

Polinef Game Over, Dandim : Saya Siap Pertarukan Jabatan Demi Membela Kepentingan Nasional

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md menegaskan, dirinya mempertarukan jabatannya demi membela kepentingan nasional.

Hal itu ditegaskan Dandim dalam arahannya didepan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Dewan Adat Mbaham Matta dan masyarakat pemilik hak ulayat 3 marga yakni Weripi, Rohrohmana dan Genuni, di ruang rapat Makodim 1803/Fakfak, Senin (17/6/2019) pagi tadi.

“Daripada keberadaan saya dianggap oleh pimpinan/komando atas maupun oleh masyarakat Kabupaten Fakfak tidak mampu, gagal, apatis, tidak peduli, dalam turut mewujudkan stabilitas keamanan masyarakat Fakfak khususnya kebebasan anak bangsa untuk pendidikan maka, saya pertarukan jabatan saya demi membela kepentingan nasional,”tegas Dandim.

Hal ini menurut Dandim, diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang tugas pengamanan obyek vital Nasional, salah satunya Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) yang merupakan asset Nasional.

“Politeknik Negeri Fakfak Mati Suri, dan pada akhirnya Tamat (Game Over), ini asset Nasional, dan ini masalah baru, issu Nasional, sekali lagi saya pertarukan jabatan saya demi kepentingan Nasional, demi kepentingan anak bangsa Indonesia, yang merupakan anak-anak Papua juga,”tegasnya lagi.

Dandim merasa prihatin melihat anak-anak Bangsa Indonesia, yang merupakan anak-anak Papua mandeg proses belajar mengajar akibat kampus Polinef dipalang.

“Sebagai bentuk panggilan hati, bentuk kepedulian yang menjadi beban Moral bagi saya, dengan terjadinya permasalahan sosial yang tak kunjung menadapatkan kepastian hukum dan perlindungan hukum,”kata Dandim.

“Apapun permasalahan diamasa lampau tentang proses berdirinya politeknik (manipulasi, pemalsuan data, dan lain-lain), tapi Politkenik menjadi asset Nasional, wajib dijaga, diamankan, dipelihara. Bagi masyarakat pemilik hak ulayat, yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum untuk mendapat kepastian hukum, tapi bukan dengan cara palang,”tandasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close