HeadlineHukum & Kriminal

Satreskrim Polres Fakfak Gelar Rekonstruksi Kasus Pencurian di SMP Negeri 1

FAKFAK, kabarfakfak.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Fakfak Polda Papua Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian laptop di SMP Negeri 1 Fakfak, Rabu (26/6) siang kemarin.

Kasat Reskrim Polres Fakfak AKP. Misbachul Munir, S.IK melalui Kanit PPA Bripka Rizal Rusli, SH mengatakan, kegiatan rekonstruksi menghadirkan 1 tersengka dan 4 ABH (Anak Berkonflik dengan Hukum) di lokasi kejadian, yang melakukan pencurian laptop pada tanggal 7 Juni 2019.

Suasana rekonstruksi kasus pencurian di SMP Negeri 1 Fakfak oleh Satreskrim Polres Fakfak.

Dalam adegan itu, tersangka Teddy (19) mengajak ABH Erik (14), Nero (13) dan Alan (15) untuk melakukan pencurian di SMP Negeri 1 Fakfak dengan cara melompati pagar tembok depan sekolah.

Selanjutnya mereka berempat berjalan menuju ruang laboratorium (lab) komputer sekolah. Setelah tiba didepan ruang lab tersebut, tersangka Teddy menginjak hendle pintu dan memanjat di pintu depan ruang lab itu.

Setelah itu, tersangka Teddy masukan tangannya di ventilasi diatas pintu kemudian membuka grendel yang terletak dibagian atas dalam ruangan lab komputer.

Setelah pintu ruangan lab terbuka, tersangka Teddy bersama ABH Alan, Erik dan Nero masuk dalam ruangan leb dan mengambil laptop, cas dan mouse yang terletak diatas menja komputer di ruang lab komputer. Barang bukti (BB) hasil curian berjumlah 7 unit latpop 6 buah cas latpop dan 2 buah mouse disimpan di rumah tersangka Teddy saat itu.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 sistim peradilan anak, maka untuk 4 orang anak ABH akan dilakukan Diversi. Sedangkan tersangka Teddy tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,”ujar Rizal usai rekonstruksi.

Ditambahkannya, tersangka Teddy merupakan Residivis spesial pencurian disekolah, yang mana pada bulan Agustus 2018 telah melakukan pencurian di beberapa sekolah di Kabupaten Fakfak dan sudah menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan.

“Saat ini, penyidik tengah menyusun berkas perkara untuk diberikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),”jelas Rizal. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close