HeadlinePolitik

Ramlan Pelu Bantah Pernyataan Abdu Rumkel Jagokan Usman Rengen Calon Waket DPRD Fakfak

FAKFAK, kabarfakfak.com – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Fakfak Ramlan Pelu, S.Ag membantah pernyataan Abdu Rumkel yang dilansir media mataradar.com soal calon Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak dari PKB.

Ramlan Pelu membanta Abdu Rumkel lantaran menjagokan Usman Rengen yang lolos anggota legislatif dari PKB daerah pemilihan (dapil) Dua, yang notabene Usman Rengen adalah Orang Asli Papua (OAP) dan juga mengedepankan kearifan lokal, sehingga pantas menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak.

Namun menurut Ramlan Pelu bahwa Usman Rengen bukan kader, dan juga bukan pengurus melainkan dia mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mencalonkan diri sebagai caleg melalui PKB.

“Nah, Allahmdulilah dia (Usman) lolos sebagai calon legislatif,”ujar Ramlan Pelu ditemui disela-sela rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Fakfak, di kantor KPU Fakfak, Selasa (13/8/2019) siang kemarin.

Sementara alasan Ramlan Pelu menjagokan atau mencalonkan Iskandar Tassa menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak karena, dia adalah salah satu unsur pimpinan pada DPC PKB Kabupaten Fakfak, dan dia juga adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Fakfak.

“Artinya dia (Iskandar) banyak tau tentang situasi dan paham mekanisme kerja DPRD, dibandingkan dengan Usman, yang dia bukan kader dan juga bukan pengurus,”jelasnya.

Adanya segudang pengalaman Iskandar Tassa itu, lanjut Ramlan, DPC PKB Kabupaten Fakfak merekomendasikannya sebagai salah satu peserta dari Kabupaten Fakfak mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di DPP PKB.

“Salah satu syarat mengikuti UKK harus dilampirkan SK kepemgurusan, kalau kemarin saya buat rekomendasi untuk Iskandar Tassa itu sesuai Surat DPP dilampirkan dengan SK kepengurusan, nah, kebetulan Iskandar Tassa sebagai unsur pimpinan dalam kepengurusan DPC PKB Fakfak, sehingga kita layak mengusulkannya untuk mengikuti UKK,”tandasnya.

Ditambahkannya, Iskandar Tassa mendapat rekomendasi mengikuti UKK itu juga berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB, sehingga harus ddibedahkan kader dan bukan kader.

“Jadi pernyataan Abdu Rumkel itu tidak berdasarkan mekanisme karena menyangkut urusan organisasi, dan sudah jelas saya sebagai Ketua DPC PKB Fakfak bertanggungjawab. Hal itu mengacu pada surat DPP PKB tentang jabatan unsur pimpinan pada DPRD,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close