HeadlineMetro Fakfak

Sejumlah OKP di Fakfak Turun Jalan Unjuk Rasa Mengutuk Insiden di Malang dan Surabaya

FAKFAK, kabarfakfak.com – Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Selasa (20/8/2019) tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIT turun jalan melakukan unjuk rasa mengutuk insiden di Malang dan Surabaya Jawa Timur.

Mereka (OKP, red) diantaranya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Pengurus Badan koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Papua, Papua Barat, dan sejumlah elemen masyarakat.

Pantauan media ini, di pertigaan Traffiq Light Thumburuni Kabupaten Fakfak, pengunjuk rasa bentangkan spanduk berukuran panjang kurang lebih 2 meter bertuliskan “Fakfak untuk Indonesia, Stop Intimidasi Saudara Kami di Kota Studi Surabaya, Malang dan Bali. Persatuan Indonesia Tanpa Diskiriminasi”

Setelah melaksananakan orasi, mereka loang march menuju Kantor Dewan Adat Papua Mbaham Matta Kabupaten Fakfak untuk menyerahkan pernyataan sikap yang diserahkan Koordinator Aksi Amin J. Suaery kepada Wakil Ketua MRP Papua Barat Cyrilus Adopak, SE, MM untuk diteruskan ke Presiden RI Joko Widodo.

Nampak hadir Ketua Dewan Adat Papua Mbaham Matta Kabupaten Fakfak Sirzet Gwasgwas bersama pengurusnya.

Pernyatakan sikap berisikan 6 poin penting yaitu :

1) Kami mengutuk keras tindakan persekusi, kekerasan, intimidasi dan rasisme yang dilakukan oleh oknum anggota yang notabene sebagai fasilitator dan mediator keamanan di lapangan dan arogansi ormas dalam insiden di Malang dan dan pengepungan asrama Papua di Surabaya.

2) Mendesak Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, untuk mengintruksikan kepada Gubernur Jawa Timur agar dapat memberikan jamainan keamanan tanpa terkecuali kepada mahasiswa/i asal Papua yang menempuh pendidikan dinkota studi di wilayah Provinsi Jawa Timur.

3) Meminta dengan tegas kepada Preaiden RI Bapak Ir. Joko Widodo untuk lebih peka melihat bahwa Insiden di Malang dan penhepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya bukan persoalan sepele, namun insiden tersebut telah mencederai keutuhan NKRI menjelang hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

4) Mendesak Panglima TNI dan Kapolri untuk menindak tegas oknum anggota TNI/Polri yang terindikasi melakukan pelanggaran prosedur penanganan kondisi di lapangan dalam insiden Malang dan Surabaya.

5) Meminta dengan tegas kepada Menkopolhukam untuk dapat menertibkan ormas -ormas yang mengancam keutuhan NKRI dalam insiden Pengepungan Asrama Mahsiswa/i Papua di Surabaya.

6) Indonesia tanpa Papua bukanlah suatu Bingkai NKRI, yang dibutuhkan masyarakat di tanah Papua bukan sekedar soal pembangunan infrastruktur, namun Kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat dan bebas dari tindakan represif.

Setelah menyerahkan pernyataan sikap, pengunjuk rasa meninggalkan Kantor Dewan Adat Mbaham Matta dengan tertib dan aman. Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Resort Fakfak Polda Papua Barat. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close