HeadlineMetro Fakfak

Bupati Fakfak Gelar Pertemuan dengan FKUB dan Tokoh Adat

FAKFAK, kabarfakfak.com – Bupati Fakfak Dr. Mohammad Uswanas, M.Si menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) dan Tokoh Adat di gedung Windert Tuare Kabupaten Fakfak, Jumat (23/8/2019) sore kemarin.

Bupati Mohammad Uswanas minta semua pihak menjaga keamanan sehingga aktivitas masyarakat, perikonmian berjalan dengan aman dan lancar.

“Mari kita sama-sama berangkulan, menjaga keamanan, supaya selaku kondusif situasi di tempat dimana kita berada setiap waktu,”ujar Uswanas.

Bupati berharap agar mencermati issu secara baik dan meneruskannya kepada orang-orang yang mempunyai kewenangan.

“Mencermati isu-isu secara baik dan diteruskan kepada alamat-alamat yang mempunyai kewenangan secara hukum, namun tetap harus mawas diri,”pinta Bupati

Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md berharap kerjasama, koordinasi yang baik antara tokoh adat, tokoh agama maupun komponen mayarakat lainnya sehingga Kabupaten Fakfak tetap aman dan kondusif.

“Kerjasama koordinasi itu sangat penting, supaya tidak menimbulkan hal-hal yang menyangkut unsur sarah, agama dan antar golongan, yang akhirnya merugikan kita sendiri,”pinta Yatiman.

Senada dengan Dandim, Kapolres Fakfak AKBP. Deddy Foury Millewa, SH, S.IK. M.IK minta semua pihak mengantisipasI berita miring, berita-berita hoaks yang memprovokasi.

“Provokasi satu contoh misalnya, ada tembakan yang menggunakan helikopter dengan menembaki pakai rudal. Saya rasa hal seperti begini harus diluruskan sehingga tidak mengeluarkan statement-statement yang tidak jelas,”ujar Deddy.

Kapolres samgat menyangkan keterlibatan anak-anak kecil yang dijadikan eksekutor dalam aksi 21 Agustus lalu. Hal ini menurut Kapolres merupakan desain yang sangat rapi.

“Ini merupakan agenda setingan yang sangat cantik jadi kalau mau disalahkan Iyalah otak-otak yang menunggangi dan provokator masyarakat tersebut,”kata Kapolres menghimbau komponen masyarakat di daerah ini bersama TNI-Polri menciptakan keamanan yang aman dan damai.

Sementara itu, Badan Intelejen Negara (BIN) Kolonel Sole tidak menginginkan adanya perpecahan, adanya ketidak harmonisan antar sesama masyarakat di tanah Papua ini.

“Saya hanya berpesan cukup kejadian yang kemarin, jangan sampai kita mengulang lagi, saya mohon kepada elemen-elemen yang ada di Fakfak, mari kita tunjukkan bahwa semboyan satu tungku tiga batu kita bersaudara itu kita wujudkan, mari kita tunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Fakfak kota tertua di Papua,”pintanya.

FKUB da Tokoh Adat serta undangan lainnya.

Hadir dalam pertemuan itu, selain Bupati Fakfak, hadir Wakil Bupati Fakfak Ir. Abraham Supaheleuwakan, M. Si, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md, Kapolres Fakfak AKBP. Deddy Foury Millewa, SH. S.IK.M.IK, Ketua DPRD Fakfak Siti Rahma Hegemur, ST, Penjabat Sekda Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP. BIN Kolonel Soleh.

Hadir juga 7 Raja Petuanan, Asisten Bidang Pemerintahan Joko Purnomo, Staf Khusus Bupati Nasrun P. Elake, Rudlof Michael, Ketua FKUB, Ali Hindom, Ketua MUI H. Muhamad Daeng Husen, pengurus FKUB, terdiri dari Pemuka Agama Kabupaten Fakfak. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close