Monday , 3 February 2020
Home / Headline / Terharu, Massa Pro NKRI Heningkan Cipta Teteskan Air Matta Kenang Tragedi Kerusuhan Fakfak

Terharu, Massa Pro NKRI Heningkan Cipta Teteskan Air Matta Kenang Tragedi Kerusuhan Fakfak

FAKFAK, kabarfakfak.com – Suasana terasa haru ribuan massa yang mengatasnamakan Pembela Merah Putih (BMP) pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) metes air mata.

Tetesan air mata ribuan massa, karena menyentuh hati mengenang para jasa Pahlawan yang telah gugur merebut NKRI di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat beberapa tahun silam.

Selain itu massa juga mengenang tragedi kerusuhan 21 Agustus 2019 yang mengakibatkan fasilitas umum seperti pasar Plaza Thumburuni, puluhan kios dan lapak ludes terbakar. Bahkan sangat keji oknum-oknum yang memprovokasi masyarakat ikut-ikutan mengibar bendera Bintang Kejorak.

Sasana heningkan cipta teteskan air mata kenang tragedi kerusuhan Fakfak/foto monces.

Pantauan media ini suasana haru sembari tetes air mata disaat Zulhaidah Kalsum Rengen, S.Pdi yang memoderator aksi demo damai ini mempersilahkan massa BMP Pro NKRI mengheningkan cipta dengan lantunan lagu wajib Nasional “Gugur Bunga” ciptaan Marzuki.

Lantunan lagu wajib Nasional disertai komentar Zulhaidah Rengen terkait sejarah perjuangan rebut kemerdekaan Republik Indonesia oleh para pejuang atau Pahlawan Fakfak (Kapitan) dari tangan penjajah, sehingga saat ini masyarakat merasakan kemerdekaan.

Namun kemerdekaan NKRI ini kembali dipropoganda oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan untuk mendirikan negara lain. Hal ini yang tidak dibiarkan NKRI terpecah belah.

“Leluhur kami mengajarkan untuk menghargai dan mencintai siapa saja yang ada di tanah Papua bahkan di tanah Mbaham Matta ini,”ujar Zulhaidah Rengen dengan nada tangis.

“Kita semua ingin hidup cinta damai, kita ingin hidup tidak ada perbedaan, Ya Allah Ya Robbi, ampunkan segala ihlaf kami, yang telah kami lakukan kemarin (21 Agustus,red), ampunkan mereka, yang mungkin telah ihlaf melakukan hal-hal, sebagai manusia biasa, tanpa salah dan dosa,”ucapnya.

“Ya Allah Ya Robbi, Tuhan yang maha mengetahui segala sesuatu, kami percaya bahwa ini semua, telah menjadi garis dan kuasamu. Oleh karena itu Ya Allah, ampunkan kami semua, hilangkan segala perbedaan yang ada didalam hati kami, kita semua bersaudara, DARAH KITA Pun MERAH, TULANG KITA pun PUTIH, ISI DAGING KITA pun MERAH, tanpa ada perbedaan,”ucapnya lagi.

“Ya Allah Ya Robbi, Tuhan Yang Maha Mengampuni, segala yang sudah terjadi menjadi catatan hitam kami masyarakat Fakfak, tak akan ceritakan kepada anak cucu kami, karena kami malu terhadap LELUHUR KAMI, yang telah mengajarkan hidup baik dan damai diatas tanah ini,”ujarnya.

“Ya Allah, kami semua berada disini, untuk menyatakan hari ini semua yang telah terjadi kemarin, sama-sama kita rangkul, kita berpelukan, buang segala hemosi kita, mari kita hidup damai diatas tanah JAZIRA ONIM ini, AMIN,”ujarnya menghakiri. [monces]

 

Check Also

Soal Pemadaman Listrik Sesuai Terjadwal, PLN Tidak Bisa Menjamin, Ini Alasannya

FAKFAK, kabarfakfak.com – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rayon Fakfak Musril Kaotjil mengatakan pihaknya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *