EkonomiHeadline

Bupati Uswanas Sampaikan KUA PPAS APBD-P 2019 Naik Rp 1.3 Trilyun

FAKFAK, kabarfakfak.com – Bupati Fakfak Dr. Drs. Mohammad Uswanas, M.Si menyampaikan nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan ABPD Tahun Anggaran 2019.

Penyampaian nota pengantar KUA PPAS Perubahan APBD TA 2019 disampaikan Bupati pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Fakfak, yang dilaksanakan di gedung sidang DPRD Kabupaten Fakfak, Kamis (29/8/2019) pagi tadi.

Bupati Mohammad Uswanas mengatakan bahwa secara umum rancangan KUA PPAS Perubahan tahun 2019 terdapat pada perubahan pada proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayan.

“Secara keseluruhan terget pendapatan daerah Kabupaten Fakfak tahun 2019 sebesar Rp 1.306.694.062.499,04 mengalami kenaikan dari tahun anggaran induk 2019 sebesar Rp 1.183.058.101.499,04, dimana terjadi kenaikan sebesar Rp 123.635.961.000,00 atau naik sebesar 10,45 persen,”ujar Bupati Uswanas.

Bupati menuturkan, kenaikan sebesar 10,45 persen itu terdiri dari beberapa komponen penerimaan daerah seperti pos pendapatan asli daerah (PAD) tidak mengalami perubahan dari anggaran induk tahun 2019 yaitu Rp 55.633.248.228,00 atau 0%.

“Sedangkan pendapatan bersumber dari dana perimbangan mengalami kenaikan dari Rp 763.758.482.653,00 menjadi Rp 887.426.153.653,00 tahun 2019 atau meningkat sebesar 16,19 persen,”ucapnya.

Selanjutnya, khusus lain-lain pendapatan yang sah mengalami penurunan dari Rp 363.666.370.618,04 menjadi Rp 363.634.660.618,04 atau mengalami penurunan Rp 31.710.000,00 atau turun 0,01%.

“Sementara itu dari sisi belanja daerah tahun 2019 sebelum perubahan yaitu sebesar Rp 511.596.947.335, 21, dan setelah perubahan menjadi Rp 646.661.778.865,51 atau mengalami kenaikan sebesar 5,05%,”tuturnya.

Sedangkan untuk pembiayaan daerah Rp 173.446.913.348,64, mengalami kenaikan dari anggaran induk Rp 50.830.600.303,38, terjadi kenaikan Rp 122.616.313.045 atau naik 241,23 perseng.

“Dengan mencermati postur APBD Perubahan tahun anggaran 2019, maka pemerintah daerah bertekad untuk terus berupaya memaksimalkan pendapatan daerah terutama yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah melalui sejumlah kebijakan serta regulasi yang lebih tepat dan terpadu guna meningkatkan kemendarian fiskal daerah,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close