HeadlineMetro Fakfak

Diduga Salahgunakan BPMP, Jabarudin Minta Dikembalikan ke Posisi Sebenarnya

FAKFAK, kabarfakfak.com– Haji Jabarudin Lahamundu anak dari orang tua pencentus Barisan Pembela Merah Putih (BPMP) di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat meminta organisasi pembela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dikembalikan ke porsi yang sebenarnya.

Hal itu ditegaskan Jabarudin terkait adanya dugaan organisasi BPMP Kabupaten Fakfak diduga digunakan oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan pribadi, padahal kata dia, orang tuanya bukan pencetus BPMP di tanah Mbaham Matta ini.

“Saya mohon kepada pak Dandim agar barisan merah putih ini kembali kepada porsi yang sebenarnya, orang-orang yang menjiwai NKRI agar bisa betul-betul membantu TNI-Polri menjaga keamanan dan keutuhan NKRI di tanah Papua ini,”ujarnya pada pertemuan BPMP dengan Dandim di ruang data Makodim 1803/Fakfak, Selasa (3/9/2019) pagi.

Jabarudin sangat menyesalkan kerusuhan yang terjadi 21 Agustus 2019 lalu yang mengakibatkan para pelaku usaha di pasar yang notabene sebagian orang Papua hancur terbakar dan mengalami kerugian yang cukup besar.

“Muda-mudahan ini menjadi renungan kita semua, bahwa cukup satu kali ini saja kejadian bakar-bakar seperti beberapa waktu lalu itu, tidak terulang lagi, sebab orang Fakfak tidak punya ilmu bakar-bakar seperti itu, sejak saya lahir di Fakfak dan sampai saat ini tidak ada orang Fakfak punya jiwa seperti itu, dan saya pikir orang dari luar datang tiup katong pung anak Fakfak yang baik-baik menjadi rusak seperti itu,”kata Jabarudin.

“Hari ini kita malu sendiri, katong punya mama-mama dari kampung jualan di gedung pasar yang megah bagus, akhirnya mereka jualan di terik panas matahari dan hujan seperti itu, sayur kena panas matahari, jujur saja, saya punya batin ini menangis melihat seperti itu,”sambungnya.

Dia mengakui bahwa, selama ini mama-mama Papua dari kampung yang berdagang di pasar sudah melakukan perubahan besar untuk menafkai kehidupan mereka sehari-sehari mengandalkan jualan sayur di pasar.

“Bahkan anak-anak mereka sekolah sampai sukses, tapi saat ini apa yang terjadi hanya asutan provokasi dari luar, akhirnya mereka terlantar, saya sedih melihat mereka berjualan di terik panas matahari,”ujarnya dengan nada sedih sembari meminta aparat penegak hukum agar pelaku kerusuhan segara ditangkap dan diprses hukum. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close