HeadlineMetro Fakfak

Komnas HAM Nilai Kebakaran Pasar Thumburuni Fakfak Akibat Diskriminasi

FAKFAK, kabarfakfak.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua telah menurunkan tim untuk mendalami kerusuhan yang sempat terjadi di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat 21 Agustus 2019.

Selama 5 hari dari tanggal 11 September hingga 15 September 2019 di Kabupaten Fakfak, Komnas HAM menemukan beberapa kenjanggalan yang terjadi saat kerusuhan tersebut, salah satunya kebakaran pasar Thumburuni Kabupaten Fakfak.

Koordinator Tim Komnas HAM Perwakilan Provinsi Papua Ivand menilai dari sisi ekonomi, kebakaran pasar Thumburuni disebabkan “Diskriminasi” sehingga terjadi kecemburuan sosial.

“Dari segi ekonomi terjadi kesenjangan, dalam pengertian hampir sebagian besar pasar pedagang yang berjumlah 1.021 pedagang itu kurang lebih hampir sebagian besar dikuasai oleh orang-orang pendatang atau non Papua, sehingga bahasa kasarnya irihati,”ujar Ivand didampingi Ronald Rumbiak Pemantau Aktivis HAM di Bandara Torea Fakfak, Minggu (15/9/2019) pagi.

Koordinr Ivand (kiri), Pemantau Aktivis HAM Ronald Rumbiak (kanan).

Untuk itu, dia berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak membangun pasar yang baru harus melakukan rehabilitasi atau mengakomodir pedagang Orang Asli Papua (OAP).

“Kami Komnas HAM minta kepada pemerintah daerah bangun pasar yang baru, harus direhabilitasi, sehingga basudara orang papua punya bagian kepentingan di pasar tersebut. Besar harapan kami bahwa pasar itu bisa jadi pasar ‘Pemersatu’ sentra ekonomi milik bersama,”pintanya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close