HeadlinePolitik

Calon Kepala Daerah Jalur Perseorangan Harus Mencari Dukungan 10% Dari Jumlah DPT

FAKFAK, kabarfakfak.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak mulai melaksanakan tahapan Pemilukada Kabupaten Fakfak 2020, hal itu diatur dalam PKPU Nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggara Pilkada serentak 2020.

Ketua KPU Kabupaten Fakfak Dihuru Dekry Radjaloa, SP menyebutkan salah satu tahapan yang dilaksanakan adalah rapat koordinasi dengan Bawaslu, untuk menetapkan syarat jumlah dukungan minimum calon perseorangan dan persebaran jmlh dukungan pada 50 % lebih dari jumlah distrik yang digelar 26 Oktober 2019.

“Jadi hari sabtu 26 Oktober 2019 kita KPU Fakfak menggelar rapat koordinasi dengan Bawaslu untuk penetapan syarat dukungan calon perseorangan atau independen. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilukada, Gubernur, Bupati dan Walikota,”kata Dekry ditemui Papua barat Pos diruang kerjanya, Jumat (25/10/2019) sore.

Menurut dia, syarat minimum calon perseorangan terkait dengan dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mengacu pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPD) terakhir yaitu jumlah DPT Pileg 2019 dan DPT Pilpres.

“Berdasarkan DPT terakhir Pileg dan Pilpres di Kabupaten Fakfak tahun 2019 jumlah DPT sebanyak 51.783 pemilih, sehingga calon kepala daerah yang memilih jalur independen harus mencari dukungan KTP sebanyak 10 persen dari jumlah DPT Kabupaten Fakfak 51.783 pemilih,”ujarnya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk penyebaran dukungan calon kepala daerah jalur perseorangan di sejumlah Distrik di Kabupaten Fakfak sesuai dengan UU No 10 tahun 2016 pasal 41 ayat 2 poin e disebutkan bahwa jumlah sebaran dukungan KTP untuk tiap Distrik 50 persen dari jumlah Distrik.

“Sehingga dengan demikian jumlah dukungan calon kepala daerah Kabupaten Fakfak dari 17 Distrik harus menyebar dukungan KTP di 9 Distrik,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close