HeadlinePolitik

Donatus Nimbitkendik : Semua Bakal Cabup dan Cawabup Mitra Bermain

FAKFAK, kabarfakfak.com – Donatus Nimbitkendik menyatakan sikap tetap maju sebagai calon bupati Fakfak maupun calon wakil bupati Fakfak pada Pilkada Kabupaten Fakfak 2020.

Menurut mantan wakil bupati Fakfak ini bahwa, dalam pelaksanaan pesta demokrasi, semua orang punya hak untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati, dan dirinya memperlakukan calon bupati dan wakil bupati lainnya sebagai mitra untuk bertarung pada Pilkada 2020.

Hal itu disampaikan Donatus Nimbitkendik kepada wartawan disela-sela sosialisasikan PKPU Nomor 15 tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Walikota Tahun 2019 kepada Partai Politik (Parpol) Peserta Pemilu di Kantor KPU Kabupaten Fakfak, Senin (4/11) siang,

“Bagi saya itu, teman-teman yang mencalonkan diri maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Fakfak merupakan mitra bermain pada Pilkada 2020, mungkin masyarakat berangkapan bahwa calon ini, calon itu berat, tapi bagi saya kita jalan dulu, nanti dalam pertandingan baru kita lihat,”kata Donatus.

Disinggung tentang apakah maju sebagai Bupati maupun Wakil Bupati melalui jalur perseorangan atau partai politik (parpol), ia menjawab keduanya (jalur peseorangan dan partai politik,red) tetap diupayakan.

“Dilihat dari sisi kepengurusan, yang paling cepat ini independen (calon perseorangan), kalau partai politik itu agak sulit, namun dua-duanya tetap diupayakan. Hari ini saya belum bisa berkata bahwa saya sudah dapat partai politik, tetapi mekanisme tetap saya ikuti,”ujarnya.

Sementara terkait dengan calon peseorangan, lanjut Doantus, saat ini keluarga bahkan simpatisan bahkan pendukung sedang melaksanakan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Masyarakat yang militan ada sekian ribu sudah melakukan itu (pengumpulan KTP). Sedangkan terkait saya mencalonkan diri sebagai bupati maupun wakil bupati akan dilihat dari rekomendasi partai politik,”kata Donatus.

Menurut dia, dasar untuk menentukan maju sebagai calon bupati dan wakil bupati itu berdasarkan elektabilitas yang disurvei oleh lembaga survei di Indonesia.

“Ada beberapa partai politik yang mengatakan bahwa, meskipun bapak mencalon diri sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati, tetapi dilihat dari elektabilitas misalnya calon wakil bupati tinggi, maka menjadi pertimbangan Partai Politik di pusat untuk nantinya mengeluarkan rekomendasi,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close