HeadlineHukum & Kriminal

Komandan TPNPB Mengaku Pengadaan Seragam dan BK dari Jayapura

FAKFAK, kabarfakfak.com – EH mengaku Komandan Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB) berpangkat mayor bersama anggota TPNPB lainnya rencana melakukan pengibar bendera di 3 Tempat diwilayah Kota Fakfak.

Tiga tempat itu yakni, gedung DPRD Kabupaten Fakfak, gedung Kantor Bupati Fakfak dan gedung Pepera. Hal itu dilakukan guna memenuhi keinginannya bersama Anggota TNPB lainnya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Rapat tanggal 28 desember merencanakan untuk mengibarkab bendera bintang kejora, tanggal 29 desember juga rapat dan pada minggu 1 desember setelah ibadah baru kita turun ke kota,”kata EH dalam press release di halaman Mapolres Fakfak, Kamis (5/12/2019) siang.

Barang bukti (bb) yang dimiliki pelaku untuk melakukan aksi 1 Desember 2019/foto monces.

EH mengaku dirinya keluar dari rumahnya membawa Bintang Kejora, setelah sampai dijalan bertemu dengan anggota TNPB lainnya membawa senjata tajam (sajam) berupa parang, tombak, busur anak panah dan katapel serta alat-alat lainnya.

“Dirumah saya itu hanya bendera bintang kejora yang saya bawa, sampai jalan baru ketemu teman-teman lain bawa parang, panah, tombak yang gunanya jaga diri apabila ketemu dengan aparat,”ujarnya.

Dia juga mengaku pengadaan seragam prajurit dan Bintang Kejora dari Semuel Krey di Jayapura Provinsi Papua dengan menyetor uang sebanyak Rp 25 juta, “Uang yang kami setor itu dari anggota yang kita kumpul,”jelasnya.

Barang Bukti (BB) tersangka kasus dugaan Makar 1 Desember 2019/foto monces.

Niat TPNPB untuk mengibarkan Bintang Kejorak digagalkan aparat gabunga TNI Kodim 1803/Fakfak, Polri Resort Fakfak dan Brimob Bintuni BKO Polda Papua Barat 1 Desember 2019 sore.

Kapolres Fakfak AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.I.K, M.H mengatakan bahwa setelah mendengar keterangan tersangka yang dalam hal ini komandan TPNPB disertai barang buktinya seperti sajam, bintang kejora dan dokumen lainnya suda memenuhi unsur melakukan makar.

“Dokumen-dokumen mulai dari struktur organisasinya kemudian pangkat, KTA dan semua atribut serta puluhan bendera yang mereka siapkan. Peralatan-peralatan seperti parang, tombak dan senjata angin, busur panah yang sudah beracun ini tujuannya menjaga diri untuk melawan aparat,”ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan, tidak ada ampun bagi pelaku yang mengibarkan Bintang Kejora atau mendirikan negara diatas negara, akan berurusan dengan aparat kemanan dalam hal ini TNI dan Polri.

“Saya akan tindak tegas oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum hingga makar di daerah ini. Selaku penengak hukum akan selalu menjaga kamtibmas agar tetas kondusif,”jelasnya.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh terhadap isu-isu tidak bertanggungjawab yang menganggu kamtibmas di daerah ini. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close