HeadlineKesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Serius Melakukan Pencegahan Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Gondo Suprapto, SKM, M.SI sedang melakukan sosialisasi Percepatan dan Penanggulangan Stunting di gedung Windert Tuare Kabupaten Fakfak, Senin (27/1/2020) pagi/foto monces.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat serius tengah melakukan pencegahan Stunting (Anak Kerdil).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Gondo Suprapto, SKM. M.Si mengatakan, pencegahan yang dilakukan adalah program pemeriksaan ibu-ibu hamil dan balita rutin dilakukan ditingkat Puskesmas, Pustu dan Polindes.

“Minimal para ibu-ibu melakukan pemeriksaan dalam kehamilan, mengkonsumsi tablet tambah darah dan memberikan pemahamahan terkait pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan,”ujarnya saat memberikan sosialisasi Percepatan dan Penanggulangan Stunting di gedung Windert Tuare Kabupaten Fakfak, Senin (27/1/2020) pagi.

Menurutnya, pemeriksaan ibu hamil merupakan salah satu bentuk upaya  pencegahan stunting melalui peningkatan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait.

“Peran serta masyarakat adalah selalui melakukan pemeriksaan rutin ke puskesmas, rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat, itu yang kita harapkan,”pintanya.

Kadinkes menjelaskan, Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama.

“Umumnya hal itu disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” kata Suprapto.

Permasalahan stunting jelasnya, terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun.

“Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi badan di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis), hal ini diukur dengan menggunakan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO,”ujarnya.

Selain mengalami pertumbuhan terhambat, stunting juga kerap kali dikaitkan dengan penyebab perkembangan otak yang tidak maksimal.

“Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk,” jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close