Friday , 31 January 2020
Home / Headline / Manager UP3 Sorong Sebut Minggu ke-3 Februari Listrik di Fakak Mulai Normal Kembali

Manager UP3 Sorong Sebut Minggu ke-3 Februari Listrik di Fakak Mulai Normal Kembali

Suasana Manager UP3 Sorong Albert Safaria didampingi Manager UP3 Rayon Fakfak Musril Kaotjil dan Kabag Humas, Protokol Setda Fakfak ngopi bareng wartwan di Tifo Family Karaoke Fakfak/foto monces.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong Albert Safaria menyampaikan permohonan maaaf atas ketidaknyamanan pelanggan PLN karena sejak Oktober 2019 hingga saat ini mengalami kondisi ketidakcukupan pemasok daya sehingga terjadi pemadaman bergilir.

Hal itu disampaikan Manager UP3 Sorong Albert Safaria didampingi Manager UP3 Rayon Fakfak Musril Kaotjil dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Fakfak Christian Ubra pada saat nggopi bareng dengan wartawan di Tifo Family Karaoke Fakfak, Kamis (30/1/2020) sore kemarin.

“Kami atas nama manajemen UP3 Wilayah Sorong membawahi salah satunya UP3 Rayon Fakfak menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknayaman pelanggan PLN karena kondisi kelistrikan di Fakfak belum mencapai keinginan kita semua, hal ini bermula ketika lebih kurang dar bulan oktober 2019 lalu mengalami kondisi ketidakcukupan memasok daya listrik yang dibutuhkan para pelanggan sampai dengan saat ini,”ujarnya.

Albert menyebutkan, daya mampu saat ini hanya 3,74 Megawatt (MW), dari beban pasokan listrik diangka 5 ribu lebih, sehingga terjadi pemadaman sebesar 1,84 MW, oleh karena itu pihaknya melakukan pemadaman siang maupun malam.

“Jadi kalau siang, beban yang kita pikul yaitu 4,29 megawatt, beda sedikit dengan malam 5,58 megawatt, sehingga tidak cukup 2 megawatt, yaitu 2 megawatt itu dengan beban yang harus dipikul dikisaran angka 50 persen,”kata Albert sembari menyebutkan jumlah pelanggan per desember 2019 sebanyak 17 ribu.

Ketidakcukupannya memasok daya listrik yang dibutuhkan pelanggan, lanjut Albert, dikarenakan satu unit mesin PLTD masih dalam proses pemeliharaan secara berkala atau periodik.

“Selain itu pasokan pembangkit kita yang menggunakan bahan bakar air, yaitu PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) di Werba Distrik Fakfak Barat debit airnya berkurang hingga saat ini hanya 200 megawatt dari biasannya 1.500 megawatt dan juga gangguan Trafo Step UP pada mesin sewa,”jelasnya.

Adanya ketidakcukupan daya listrik itu, maka lanjut Albert, pihaknya melakukan proses instal 1 unit mesin pengganti 500 kW, dan relokasi mesin sewa dan Trafo Step UP dari PLN Manokwari serta percepatan proses pemeliharaaan periodik 1 unit mesin PLTD.

“Satu unit mesin pengganti 500 kW yang saat ini sudah tiba di Fakfak dari Jakarta akan diinstal, sehingga target kita awal bulan Februari ini sudah bisa beroperasi. Untuk itu relokasi dan proses instalasi mesin sewa dan juga Trafo Step UP dari PLN akan segera selesai dan terget kita minggu ketiga bulan Februari listrik di Fakfak sudah normal kembali,”imbuhnya. [monces]

Check Also

Kejaksaan dan Polri Diminta Kawal Dana Kampung, Bupati Fakfak : Biar Perlu Bentuk Satgas Periksa Para Kepala Kampung

FAKFAK, kabarfakfak.com – Bupati Fakfak Dr. Mohammad Uswanas, M.Si meminta Kejaksaan Negeri Fakfak dan Polri Resort …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *