HeadlinePolitik

Data 7.570 E-KTP Dukungan Hilang, Tim UTA-YOH Datangi KPU Kabupaten Fakfak

Pertemuan KPU Kabupaten Fakfak dengan Tim UTA-YOH di ruangan Media Center KPU Kabupaten Fakfak, Sabtu (15/2/2020)/foto monces.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Data dukungan berupa E-KTP bakal calon Bupati Fakfak Untung Tamsil dan bakal calon Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom (UTA-YOH) jalur Perseorangan atau Independen yang telah masuk ke dalam aplikasi Sistem Informasi Pencalonan Pemilu (Silon) Online milik KPU Kabupaten Fakfak hampir seluruhnya hilang.

Dari jumlah data sebanyak 7.572 dukungan, hanya tersisa dua dukungan di aplikasi Silon Online, sehingga jumlah data yang hilang 7.570 dukungan. Hal itu membuat Tim UTA-YOH datangi Kantor KPU Kabupaten Fakfak, Sabtu (15/2/2020) siang.

Mereka diterima Ketua KPU Kabupaten Fakfak Dihuru Dekry Radjaloa, SP dan Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak Hasanudin Rettob, S.Pdi didampingi Plt Sekretaris KPU Kabupaten Fakfak Ocen Wairoy, SE. MM dan Kasubag Teknis juga Kordinator Silon KPU Kabupaten Fakfak Saskia Madu diruang Media Center KPU Kabupaten Fakfak.

Suasana pertemuan KPU Kabupaten Fakfak dengan Tim UTA-YOH/foto monces.

Dalam pertemuan itu, Salim Alhamid Ketua Tim Pemenangan UTA-YOH mengatakan kahadiran ke KPU guna mendengar penjelasan terkait hilangnya data dukungan yang telah masuk ke dalam aplikasi Silon Online.

Salim mengatakan, pihaknya mengetahui adanya data dukungan yang.masuk ke dalam Silon hilang setelah mau menambah data dukungan.

“Setelah mengetahui data hilang, maka kami tanya ke Saskia Madu Koordinator Silon, dan menurut dia bilang gangguan sistem dari pusat,”kata Salim.

Secara logika berpikir, kata Salim, bila terjadi gangguan atau trabel sistem Silon Online dari KPU Pusat, semestinya pihak KPU memberitahuan melalui surat resmi ke pasangan bakal calon perseorangan.

“Darimana ibu Saskia tahu bahwa aplikasi silon mengalami gangguan, kalau memang terjadi gangguan harus ada pemberitahuan resmi melalui surat. Kami tidak menuduh penyelenggara tapi curiga itu ada, karena data dukungan ini baru masuk tiba-tiba dia hilang,”kata Salim.

Menurut Salim, sistem calon perseorangan momennya beda dengam sistem calon kepala daerah jalur Parpol, yang mana kedekatan hemosionalnya beda dengan Parpol.

“Kedekatan calon perseorangan menyentu kepentingan orang per orang secara langsung, sehingga kalau secara individu sudah menyatakan dukungan berupa KTP kepada calon perseorangan kemudian terjadi permasalahan seperti ini bisa-bisa terjadi kecurigaan yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, nah ini harus kita waspada,”jelasnya.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua KPU Kabupaten Fakfak Dihuru Dekry Radjaloa mengapresiasi kedatangan Tim UTA-YOH ke Kantor KPU Kabupaten Fakfak.

“Kami KPU Fakfak mengapresiasi bahwa, Tim UTA-YOH ada punya keinginan menjaga pemilukada 2020 dengan aman dan damai,”ujar Dekry.

Dekry memegaskan bahwa, pihaknya (KPU,red) punya komitmen menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

“Kami KPU dari awal itu sudah mewanti-wanti bahwa tidak pernah punya keinginan untuk tidak bersikap adil atau berbeda-beda terhadap pasangan calon yang maju lewat jalur independen maupun jalur partai politik, kami perlakukan sama, itu yang perlu bapa-bapa dorang tahu dan ingat,”kata Dekry.

Dekry menjelaskan, sebagai gambaran umum bahwa, di aplikasi Silon terbagi menjadi dua bagian yakni, Offline berupa penyerahan syarat dukungan calon melalui fisik dan flashdisk, dan juga online ke dalam aplikasi Silon.

“Dengan adanya dua bagian ini, maka sama skali data tidak terganggu, karena data calon perseorangan tidak bermasalah pada Offline, dan mekspun data yang masuk dalam Online itu mengalami gangguan atau hilang akibat misalnya jaringan trabel, nah data tersebut bisa diapload atau masuk kembali kedalam aplikasi Silon Online, jadi itu hanya gambaran umum saja supaya bapa-bapa dorang memahaminya,”jelas Dekry.

Sementara Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak Hasanudian Rettob menjelaskan mekanismen penyerahan syarat dukungan calon perseoarangan.

“Pada saat penyerahan dukungan sebnyak 7.572 itu dimasukan, nanti kaitan dengan formulir model B.1-KWK , dia akan bersama dengan formulir model B.1.1-KWK. Jadi pada prinsipnya kami tidak main curang terhadap data-data ini,”kata Hasanudin.

Koordinator Silon KPU Kabupaten Fakfak Saskia Madu menjelaskan bahwa, pada saat data dukungan UTA-YOH hilang, langsung pada saat itu juga menghubungi KPU Provinsi Papua Barat dan KPU Pusat.

“Saya menghubungi KPU Provinsi dan KPU Pusat terkait persoalan ini, dan jawabannya adalah kita dalam proses pembaharuan tampilan menu Silon Online, jadi kalau ada keluhan dan masalah, Ibu Saskia biking dalam excel dan kirim ke kami, jadi saya sudah biking pengaduan itu dan kirim ke mereka (KPU Provinsi dan Pusat,red),”jelas Saskia.

Menurut Saskia, maintenance atau perbaikan aplikasi Silon Online ini bukan saja kali ini terjadi, tetapi juga terjadi pada Silon dan Sipol sebelumnya, namun data dukungan bisa di masukan kembali ke dalam Silon Online.

“Kalau memang tidak bisa kembalikan data tersebut (melalui Online,red), tapi datanya ada pada Offline, dan bisa dimasukan kembali kedalam aplikasi Silon Online, jadi itu saja yang bisa saya jelaskan,”ujarnya.

Dari penjelasan Komisioner dan juga Kordinator Silon Online, Tim UTA-YOH menanggapinya bahwa, meskipun pihak KPU Fakfak menyatakan bahwa, tidak ada persoalan terkait dengan hilangnya data dukungan yang telah masuk ke aplikasi Silon Online, dan bisa dimasukan kembali kedalam aplikasi Silon Online, namun singkronisasi data sudah tidak lagi sesuai dengan tanggal Silon Offline dengan Online.

Hal itu disampaikan Operator Silon UTA-YOH, namun Divisi Teknis Penyelengara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak Hasanudian Rettob menanggapinya dan mengatakan bahwa, dalam juknis tidak menjelaskan terkait tanggal input data dukungan Offline dan Online, sehingga tidak ada persoalan pada saat bakal calon perseorangan menyerahkan syarat dukungan pada tanggal 19 – 23 Februari 2020.

Selain itu, permintaan dari Tim UTA-YOH kepada pihak KPU agar membuat Berita Acara terkait hasil pertemuan tersebut.

Menanggapi permintaan itu, Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak Hasanudin Rettob mengatakan bahwa, berita acara bisa saja dibuat asalkan Tim UTA-YOH membuat surat resmi ke KPU Kabupaten Fakfak tembusan KPU Papua Barat dan Pusat. Hal itu disampaikan Hasanudin Rettob setelah menghubungi KPU Papua Barat via ponsel.

Pertemuan KPU Kabupaten Fakfak dengan Tim UTA-YOH berakhir setelah mendengar penjelasan dari KPU Kabupaten Fakfak, yang pada intinya pihak KPU menjamin aman data calon perseorangan UTA-YOH, sehingga mempersilahkan UTA-YOH menyerahkan syarat dukungan calon ke KPU Kabupaten Fakfak 19 Februari 2020.

Suasana foto bersama KPU.Kabupaten Fakfak dengan Tim UTA-YOH/foto monces.

Sebelumn meninggalkan ruang Madia Center KPU Kabupaten Fakfak yang merupakan ruang pertemuan, foto bersama dan bersalam-salaman yang merupakan salam damai Pilkada 2020. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close