HeadlinePolitik

Bawaslu Fakfak Gelar Sidang Musyawarah Sengketa Pasangan CEPAT Terhadap KPU

FAKFAK, kabarfakfak. com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Fakfak, Minggu (1/3/2020) menggelar sidang musyawarah sengketa bakal pasangan calon Bupati Fakfak dan bakal calon Wakil Bupati Fakfak Cyrillus Adopak, SE, MM dan Peggi Patricia Pattipi, SE.

Sidang musyawarah ini terkait Keputusan KPU yang tidak meloloskan pasangan akronim CEPAT dalam penelitian berkas dukungan perseorangan pada Minggu 23 Februari 2020 lalu.

Sidang musyawarah tersebut menghadirkan pihak pemohon (pasangan CEPAT) dan pihak termohon (KPU Kabupaten Fakfak)

Sidang musyawarah sengketa dipimpin Ketua Bawaslu, Fahry Tukuwain didampingi Anggota Bawaslu Fakfak, ABD. Z. Tanggi Irirwanas, S.Si Koodinator Devisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Sengketa, dan Yanpith Kambu, S.AP Koordinator SDM dan Organisasi.

Pemohon pasangan CEPAT yang hadir, Cyrillus Adopak, SE, MM dengan didampingi LO Amir Bugis dan saksinya dari pasangan CEPAT Jamhari Murri dan pihak termohon dari KPU Fakfak yang hadir seluruh Komisioner KPU dengan didampingi penasihat hukum Yunus Basari, SH.

Sidang dengan agenda pembacaan permohonan pemohon yang berlangsung selama 1 jam lamanya (jam 16.00 WIT sampai jam 17.00 WIT), dimana Bakal Calon Bupati, Cyrillus Adopak, SE, MM, dalam permohonan petitum pemomohan meminta Bawaslu Kabupaten Fakfak untuk membatalkan surat keputusan KPU Fakfak yang menggugurkan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak CEPAT dalam tahapan penelitian berkas dukungan.

Selain itu, dalam permohonan yang dibacakan bakal calon Bupati Fakfak, Cyrillus Adopak, juga memohon KPU dapat mengakomodir kembali Bapaslon “CEPAT” agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya yakni tahapan verifikasi berkas administrasi.

Dalam sidang musyawarah sengketa antara pemohon dan termohon yang berlangsung Minggu sore, Bawaslu juga menyarankan kepada KPU Fakfak sebagai pihak termohon agar kiranya dapat mempertimbangkan permohonan pemohon untuk dapat mengikuti tahapan berikutnya.

Namun atas saran tersebut, KPU beralasan belum menerima pengaduan pemohon sehingga belum mempelajari permohonan tersebut dan akan memberikan jawaban bila telah mempelajari permohonan pemohon.

Sidang musyawarah sengketa antara pihak pemohon dan termohon juga dihadiri tiga anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat yang sedang melakukan supervisi dan pendampingan di Bawaslu Fakfak.

Usai mendengarkan permohonan pemohon yang dibacakan dalam sidang musyawarah sengketa, pimpinan sidang Bawaslu Fakfak yang dipimpin Ketua Fahry Tukuwain, kembali menunda jalannya sidang tersebut dan akan dilanjutkan Senin (2/03/2020) sekitar jam 16.00 WIT di ruang sidang Bawaslu Fakfak dengan agenda mendengar jawaban termohon dan pemeriksaan saksi dan alat bukti. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close