HeadlinePolitik

Debat Alot Pasangan CEPAT dengan KPU Fakfak

FAKFAK, kabarfakfak.com – Musyawarah penyelesaian sengketa pemohon bakal pasangan calon Bupati Fakfak dan bakal calon Wakil Bupati Fakfak Cyrillus Adopak, SE, MM dan Peggi Patrisia Pattipi, SE disingkat CEPAT tehadap Termohon KPU Kabupaten Fakfak kembali digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Fakfak, Selasa (3/3/2020) pagi kemarin berlangsung alot.

Musyawarah penyelesaian sengketa berlangsung alot setelah salah satu saksi Pemohon Amirudin dicecer pertanyaan oleh Kuasa Hukum Termohon Yunus Bassari, SH seputar tugas dan fungsi saksi sebagai Liaison Officer (LO) yang mengetahui adanya proses penginput data syarat dukungan ke Silon KPU

“Saudara saksi mengatakan bahwa 6.136 syarat dukungan sudah masuk ke Silon, apakah di Online atau Offline,”tanya Kuasa Hukum Termohon sembari dijawab Saksi Pemohon bahwa telah dimasukan atau diinput ke Silon Online.

“Datanya sudah masuk ke Online, kenapa saudara saksi punya operator Silon tidak bisa print out,”tanya Kuasa Hukum Termohon dijawab Saksi Pemohon bahwa, kalau data sudah masuk ke Online bisa di prin out, tetapi kalau di Offline tidak bisa di print out.

Karena nada pertanyaan Kuasa Hukum termohon semakin keras, maka terjadi perdebatan alot Kuasa Hukum Termohon dan Saksi Pemohon, terlihat kursi Saksi Pemohon yang awalnya behadapan dengan pimpinan dan anggota muasyawarah bergeser ke kanan berhadapan dengan Kuasa Hukum Termohon dan saling berdebat.

Perdebatan itu tidak belangsung lama karena ditegur oleh Pimpin Sidang Musyawarah Sengketa Fachry Tukuwain, yang juga Ketua Bawaslu Kabupaten Fakfak.

“Saudara termohon nada komunikasinya agak pelan, tolong hargai aturan mekanisme dalam musyawarah ini,”pinta Fachry sembari mempersilahkan kuasa hukum termohon melanjutkan pertanyaan.

Kuasa Hukum Termohon kembali menanyakan kepada Saksi Pemohon, “Pencapaian enam ribu lebih syarat dukungan kapan, hari apa dan jam berapa saudara saksi menyerahkan ke KPU,”tanya Kuasa Hukum Termohon dijawab Saksi Pemohon, “Saya sudah kasih masuk jam 10.11 WIT tanggal 23 Maret 2020 itu,”ujarnya.

“Saudara saksi sebagai LO pasti tau aturan,”tanya Kuasa Hukum sembari kursi Saksi Pemohon sudah di geser kembali menghadap Kuasa Hukum Termohon, sontak Pimpinan Sidang meminta kepada Saksi Pemohon untuk duduk menghadap ke pimpinan musyawarah.

Saksi Pemohon beralasan dia menggeser kursinya berhadapan ke termohon, karena kursi termohon juga diarahkan menghadap ke Saksi Pemohon, “Dia menghadap ke saya maka saya juga menghadap ke dia,”ujarnya.

Pimpinan musyawarah sengketa menyarankan, alangkah baiknya pertanyaan Termohon disampaikan kepada Pimpinan dan Anggota Musyawarah selanjutnya pertanyaan tersebut disampaikan kepada Saksi Pemohon. Sedangkan Saksi Pemohon pandangannya diarahkan kedepan.

Setelah itu, Pimpinan Musyawarah Sengketa mempersilahkan Pemohon dalam hal ini bakal calon Bupati Fakfak Cyrillus Adopak menanyakan Saksi Pemohon.

Petanyaan Cyrillus Adopak mempertegas proses tahapan perbaikan syarat dukungannya yang telah diperbaiki dan diserahkan kepada KPU dan dijawab oleh Saksi pemohon dengan baik.

Selain Saksi Pemohon Amirudin, Pemohon juga hadirkan seorang Saksi kapasitasnya atau jabatannya sebagai Operator Silon yang mana senada juga dengan Saksi Pemohon pertama menjelaskan sesuai fakta dan bukti permohonan pemohon yang dilaporkan ke Bawaslu.

Saksi pemohon ini menyebut nama Saskia Madu Kasubag Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak yang juga Koordinator Silon yang hadir menyaksikan kendala yang dihadapi saat pasangan CEPAT menginput data syarat dukungan ke Silon KPU.

Menanggapi keterangan saksi pemohon, saksi termohon Saskia Madu mengakui benar kehadirannya ke Posko Pasangan CEPAT atas dasar permintaan via ponsel oleh pihak pemohon.

Setelah tiba, dia mempertanyakan kendalanya kemudian mengecek data yang diperbaharui pada laptop baru yang digunakan untuk mengentri data pengganti data syarat dukungan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ke Silon KPU.

Saksi termohon mengatakan, operator pasangan CEPAT ragu mengirim data tersebut ke Silon, sehingga dia (Saskia) membantu melakukan pengiriman atau mengentri data ke Silon disaksikan oleh Operator Silon pemhon.

“Namun tidak ada angka yang saya ganti, hanya saya bantu mengirim, dan saya bilang sama operator coba ko (kau) tekan dulu, setelah ditekan waktu itu sekitar 2.634, yang terdapat di Silon Online, nah setelah saya mengecek ke Silon Offlinenya, kenapa datanya sudah terkirim sekitar 5.354, dari situ saya kaget dan mengatakan ini tertimpah atau ganda,”ujarnya.

Menurut termohon, data tertimpah atau data ganda itu dikarenakan pada saat mengentri data ke Silon tidak menghapus data syarat dukungan yang terkirim sebelum perbaikan.

“Karena saya tahu datanya tertimpa maka pada saat itu bertepatan dengan penyerahan syarat dukungan pasangan RAJA, maka saya harus segera ke Kantor KPU, dan saat itu saya menelepon Bardo untuk datang menggantikan saya di Posko CEPAT, setelah dia datang dan melihat kaget, ternyata datanya terimpa,”kata Saskia.

Saat itu, lanjut Saksi termohon, operator Silon pasangan CEPAT ditanya oleh Operator Silon KPU, bahwa apakah operator Silon CEPAT sudah menghapus data sebelumnya atau tidak, artinya kalau tidak dihapus maka datanya tertimpa atau ganda.

“Kau (operator pasangan CEPAT) sudah sempat hapus atau tidak data yang dikirim setelah ini,”tanya Operator Silon KPU sembari dijawab oleh Operator Silon Pasangan CEPAT,”Adoh, saya lupa,.

Saksi termohon menjelaskan bahwa, karena dia (operator pasangan CEPAT) tidak mengahapus log atau data sebelumnya sehingga angka 5.545 itu terkesan sudah terkirim ke Silon Online.

“Tetapi data yang diterima oleh Silon Online hanya 2.634 dukungan, sehingga 2.700 sekian itu adalah dianggap data ganda, berarti datanya tertimpa,”jelasnya.

Berakhirnya musyawarah sengketa setelah mendengar keterangan saksi termohon dan juga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemohon maupun termohon, maka sidang dilanjutkan 4 Maret 2020 pukul 15.00 WIT dengan agenda menghadirkan Komisioner KPU Kabupaten Fakfak.

Musyawarah sengketa dipimpin Ketua Bawaslu, Fachry Tukuwain didampingi Anggota Bawaslu Fakfak, Abdul Tanggi Irirwanas, S.Si Koodinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Sengketa, dan Yanpith Kambu, S.AP Koordinator Divisii SDM dan Organisasi. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close