HeadlinePolitik

Musyawarah Sengketa Pilkada, Pasangan CEPAT dan KPU Fakfak Saling Bantah

FAKFAK, kabarfakfak.com – Musyawarah penyelesaian sengketa Bakal calon Bupati Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak Cyrilius Adopak, SE, MM dan Peggi Patrisia Pattipi, SE diingkat CEPAT sebagai pemohon dan KPU Kabupaten Fakfak sebagai termohon kembali digelar Bawaslu Kabupaten Fakfak, Rabu (4/3/2020) sore kemarin.

Musyawarah keempat ini dengan agenda pemeriksaan barang bukti dan keterangan saksi dari KPU Kabupaten Fakfak, yang dilanjutkan dengan keterangan termohon yang disampaikan Hasanudian Rettob, S.Pd Divisi Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak.

Hasanudin Rettob dipersilahkan pimpinan majelis musyawarah menjelaskan teknis tahapan penyerahan berkas syarat dukungan calon bupati dan wakil bupati jalur perseorangan mulai dari tahapan penyerahan syarat dukungan 19 – 23 Februari disertai batas waktu tahapan Pilkada tersebut.

Setelah itu, termohon dalam hal ini KPU dicecar pertanyaan dari majelis musyawarah maupun pemohon seputar teknis tahapan penyarahan berkas syarat dukungan.

Pemohon, Cyrilius Adopak bakal calon Bupati Fakfak bersama saksinya/foto monces.

Pada kesempatan itu, Cyrilius Adopak mengatakan bahwa selain KPU Kabupaten Fakfak tidak cermat dan teliti dalam pemeriksaan berkas syarat dukungan, juga tidak memeriksa satu per satu dokumen model B.1. KWK maupun B.1.1.KWK bahkan B.2.KWK. Hal ini mengorbankan dirinya peserta bakal calon bupati dan wakil bupati Fakfak.

“Saya sampaikan beberapa catatan penting karena dari tadi saya selaku pemohon mendengar termohon mengulang – ulangi bahwa B.1.KWK sudah ada tetapi belum, karena dari terpenuhi syarat dukungan akhirnya dinyatakan belum ada,”kata Adopak sapaan akrabnya.

Adopak mempetanyakan syarat dukungan calon perseorangan apa saja yang termuat dalam UU 10 Tahun 2016 tentang UU Pemilu.

Hasanudin menanggapi bahwa, “Syarat dukungan itu KTP Elektronik atau surat keterangan domisili,” singkat Rettob.

Tanya lagi Adopak, “Pada saat itu termohon lihat tidak ada pemohon yang memberikan dukungan KTP melalui surat keterangan mendukung dari pasangan CEPAT yang mendukung 6.136 yang dihadirkan didepan termohon atau tidak.”tanya Adopak sembari dijawab pernah beberapa karton yang berisi B.1. KWK.

Termohon, Hasanudin Rettob, S.Pdi Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Fakfak bersama Kuasa Hukum dan 3 Anggota Komisioner KPU Fakfak/foto monces.

Ketika Hasanudin mengakui bahwa kontener dan beberapa karton tersebut berisi B1 KWK adalah pasangan CEPAT, sembari Adopak mengatakan,”Baik, ini menjadi pertimbangan majelis sidang,”pinta Adopak.

Berakhirnya musyawarah sengketa setelah mendengar keterangan termohon dan juga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemohon maupun termohon, maka sidang dilanjutkan 5 Maret 2020 pukul 14.00 WIT dengan agenda menghadirkan Kesimpulan.

Musyawarah sengketa dipimpin Ketua Bawaslu, Fachry Tukuwain didampingi Anggota Bawaslu Fakfak, Abdul Tanggi Irirwanas, S.Si Koodinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Sengketa, dan Yanpith Kambu, S.AP Koordinator Divisii SDM dan Organisasi. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close