HeadlineKesehatan

Wakil Gubernur Papua Barat Minta Bupati dan Walikota Prioritaskan APBD untuk Cegah Corona

FAKFAK,  kabarfakfak.com – Dalam video conference Pemerintah Peovinsi Papua Barat dengan Bupati dan Walikota se Papua Barat, Rabu (18/3/2020) pagi kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.Tp mempertanyakan anggaran darurat penanganan Virus Corona atau Covid-19.

“Terkait anggaran darurat, apakah pengumuman darurat ini sekaligus sudah melegitimasi untuk pengelolaan dana darurat Kabupaten ataukah memang perlu juga ada pernyataan darurat dari masing-masing Kabupaten, ini menjadi dasar untuk kita dari sisi keuangan bisa dipetanggungjawabkan,”tanya Sekda.

Menjawab pertanyaan Sekda, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Mohamad Lakotani, S.H, M.Si mengatakan bahwa Bupati dan Walikota memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan Virus Corona atau Covid-19.

Hal itu menurut Wagub mengacu pada Surat Eadaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/2436/SJ tanggal 17 Maret 2020 yang berisi tentang pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan pemerintah daerah.

Poin dua Surat Edaran tersebut menyatakan bahwa, penyelenggara pemerintahan daerah (kepala daerah dan DPRD) mengoptimalisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan memprioritaskan untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19 antara lain untuk kebutuhan rumah sakit daerah, pengadaan masker, hand sanitizer (pembersih tangan), dan thermal gun (alat ukur suhu) yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan dengan cara.

“(a) Revisi anggaran dengan cara penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan lainnya antara lain pengurangan biaya rapat/pertemuan dan perjalanan dinas ataupun pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan, (b) Pembebanan langsung pada belanja tidak terduga, (c). Memanfaatkan uang kas yang tersedia,”ujar Lakotani.

Ditegaskan bahwa, Surat Edaran Mendagri itu memungkinkan kepada daerah untuk dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan termasuk petunjuk tentang pembiayaannya.

“Terima kasih pak Wakil Gubernur Papua Barat, kami akan tindaklanjutinya,”ujar Sekda Ali Baham Temongemere via video conference langsung dengan Wakil Gubenur Papua Barat.

Pantauan media ini, video conference yang berlangsung di ruang data Mapolres Fakfak dihadiri selain Sekda, juga Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md, Wakapolres Fakfak Kompol Daniel Duma Sarampang.

Juga hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Direktur RSUD, perwakilan Bandara, KSOP, PT. Pelindo, PT. Pelni, Perwira Utama Polres Fakfak serta undangan lainnya.

Tujuan video conference guna meminta laporan dari masing-masing Kabupaten danKota terkait perkembangan terkini penyebaran Virus Corona atau Covid-19

Video conference diawali dari Kabupaten Fakfak, yang disampaikan Sekda Kabupaten Fakfak H. Ali Baham Temongmere bahwa hingga kini penyebaran Covid-19 belum masuk ke Kabupaten Fakfak.

Namun pihaknya (Pemda Fakfak,red) melalui Instansi terkait kerjasama dengan istansi vertikal di daerah melakukan langkah-langkah penanganan.

Langkah penangannya diantaranya mulai dari kesiapan tenaga medis di lapangan dikoordinir Dinas Kesehatan untuk melakukan screening terhadap semua penumpang atau semua orang yang masuk di Kabupaten Fakfak melalui Bandara, dan Pelabuhan. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close