HeadlineMetro Fakfak

Penanganan Covid-19, Ali Baham Temongmere : Jangan Dipolitisir

FAKFAK, kabarfakfak.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP mengakui bahwa, semua orang berhak dan berkewenangan untuk berpendapat. hal itu diatur dalam Undang-Undang 1945.

Namun, menurutnya, pendapat-pendapat itu harus sesuai dengan konteks, tidak mencampuradukkan satu hal yang lain yang semestinya tidak masuk dalam perdebatan.

Hal tersebut disampaikan Ali Baham Temongmere, terkait adanya tugas dan tanggung jawab Satgas percepatan penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Fakfak dipolitisir dalam pelaksanaan Pilkada 2020, yang ramai dibahas di media sosial.

“Saya berharap saran dan masukan itu jangan dipolitisir karena tugas satgas ini mulia, tidak ada kepentingan politik tertentu, ini saya klarifikasi,”tegas Sekda Ali Baham Temongmere di Diklat Pemda Kabupaten Fakfak, Senin (30/3/2020) sore kemarin.

Menurut Sekda Kabupaten Fakfak ini, penanganan Covid-19 di Kabupaten Fakfak dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), yang diberlakukan dari pusat.

“Salah satunya adalah setiap orang yang datang dari luar daerah terjangkit Covid-19 harus diperiksa kesehatannya, sudah tentu dikarantina selama 14 hari, itu hanya semata memastikan kondisi kesehatannya,”ujar Sekda.

Untuk itu, lanjut Sekda, siapapun dia, entah itu pejabat atau anak pejabat sekalipun tetap dikarantina khusus untuk mencegah peneyebaran Covid-19 di Kabupaten Fakfak.

“Saya minta dengan hormat kepada masyarakat yang anaknya atau keluarganya yang di luar Fakfak, yang ingin pulang ke Fakfak sementara dihentikan dulu untuk mencegah penyebaran virus Corona, karena kita tahu bersama bahwa beberapa daerah di Indonesia termasuk Sorong merupakan daerah sona merah virus korona,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close